29 C
Makassar
2 March 2026, 19:15 PM WITA

Try Sutrisno dalam Kenangan Pramono: Bapak Bangsa yang Teguh pada Konstitusi

SulawesiPos.com – Kepergian Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, meninggalkan duka mendalam bagi banyak tokoh nasional.

Salah satunya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang datang langsung ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Sosok kelahiran Surabaya, 15 November 1935 itu tutup usia setelah hampir sembilan dekade mengabdikan diri untuk negara.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno tentunya merasa kehilangan. Karena beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang,” ujar Pramono di rumah duka.

Ia mengaku telah mengenal Try sejak sekitar 1995.

Hubungan itu, menurutnya, bukan sekadar relasi formal antartokoh, tetapi kedekatan personal yang terjalin cukup lama.

Di mata Pramono, Try Sutrisno adalah figur yang tak pernah berkompromi dalam urusan dasar negara.

Pancasila dan konstitusi, katanya, bukan sekadar wacana bagi almarhum, melainkan prinsip hidup yang dipegang teguh.

Ia mengenang pertemuan terakhirnya sekitar lima hingga enam bulan lalu.

Meski kondisi fisik menurun, semangat Try disebut tetap menyala.

Bahkan di usia yang hampir 90 tahun, ia masih aktif berkontribusi di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Beliau kalau urusan Pancasila, konstitusi kita, itu selalu dipegang teguh. Itu yang membedakan Pak Try dengan tokoh-tokoh lain,” kenang Pramono.

Menurutnya, komitmen terhadap konstitusi sudah menjadi bagian inheren dalam kehidupan Try Sutrisno.

Semangat itu tidak surut meski usia kian senja.

Pramono juga mengungkapkan kedekatan almarhum dengan Megawati Soekarnoputri.

Keduanya kerap berdiskusi panjang tentang berbagai persoalan bangsa.

Bagi Pramono, Try bukan hanya mantan pejabat tinggi negara, melainkan figur pemersatu yang mampu merangkul berbagai kalangan.

Karier militer Try Sutrisno dimulai dari Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Ia meniti jabatan strategis, mulai dari Pangdam IV/Diponegoro, Pangdam Jaya, hingga menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1988–1993.

Puncak pengabdiannya di ranah pemerintahan terjadi saat ia dipercaya menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Soeharto pada periode 1993–1998.

Hingga akhir hayatnya, Try Sutrisno tetap dikenal sebagai prajurit sejati yang mengabdikan hidupnya bagi negara dan nilai-nilai kebangsaan.

SulawesiPos.com – Kepergian Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, meninggalkan duka mendalam bagi banyak tokoh nasional.

Salah satunya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang datang langsung ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Sosok kelahiran Surabaya, 15 November 1935 itu tutup usia setelah hampir sembilan dekade mengabdikan diri untuk negara.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno tentunya merasa kehilangan. Karena beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang,” ujar Pramono di rumah duka.

Ia mengaku telah mengenal Try sejak sekitar 1995.

Hubungan itu, menurutnya, bukan sekadar relasi formal antartokoh, tetapi kedekatan personal yang terjalin cukup lama.

Di mata Pramono, Try Sutrisno adalah figur yang tak pernah berkompromi dalam urusan dasar negara.

Pancasila dan konstitusi, katanya, bukan sekadar wacana bagi almarhum, melainkan prinsip hidup yang dipegang teguh.

Ia mengenang pertemuan terakhirnya sekitar lima hingga enam bulan lalu.

Meski kondisi fisik menurun, semangat Try disebut tetap menyala.

Bahkan di usia yang hampir 90 tahun, ia masih aktif berkontribusi di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Beliau kalau urusan Pancasila, konstitusi kita, itu selalu dipegang teguh. Itu yang membedakan Pak Try dengan tokoh-tokoh lain,” kenang Pramono.

Menurutnya, komitmen terhadap konstitusi sudah menjadi bagian inheren dalam kehidupan Try Sutrisno.

Semangat itu tidak surut meski usia kian senja.

Pramono juga mengungkapkan kedekatan almarhum dengan Megawati Soekarnoputri.

Keduanya kerap berdiskusi panjang tentang berbagai persoalan bangsa.

Bagi Pramono, Try bukan hanya mantan pejabat tinggi negara, melainkan figur pemersatu yang mampu merangkul berbagai kalangan.

Karier militer Try Sutrisno dimulai dari Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Ia meniti jabatan strategis, mulai dari Pangdam IV/Diponegoro, Pangdam Jaya, hingga menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1988–1993.

Puncak pengabdiannya di ranah pemerintahan terjadi saat ia dipercaya menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Soeharto pada periode 1993–1998.

Hingga akhir hayatnya, Try Sutrisno tetap dikenal sebagai prajurit sejati yang mengabdikan hidupnya bagi negara dan nilai-nilai kebangsaan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/