SulawesiPos.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara resmi mengirimkan surat kepada Sekretaris JenderalPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan anggota Dewan Keamanan PBB.
Hal ini dilakukan menyusul wafatnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei dalam serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam surat tertanggal Senin (2/3/2026), Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang melampaui batas hukum internasional.
“Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, bukan hanya otoritas resmi tertinggi negara, tetapi juga tokoh agama yang dihormati oleh puluhan juta umat Muslim di seluruh kawasan dan dunia,” tulis Araghchi dalam surat tersebut.
Ia memperingatkan adanya konsekuensi luas bagi pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian pemimpin tertinggi Iran itu.
“Tindakan seperti itu tidak hanya melanggar prinsip-prinsip hukum internasional yang telah ditetapkan; tetapi juga secara ceroboh membuka kotak Pandora yang berbahaya, mengikis landasan kesetaraan kedaulatan dan stabilitas sistem internasional,” lanjutnya.
Tuduhan Pelanggaran Piagam PBB
Pejabat Iran menilai serangan terhadap Khamenei bukan sekadar aksi militer, melainkan bentuk agresi terhadap kedaulatan negara anggota PBB.
Dalam dokumen tersebut, Iran menuding aksi itu sebagai pelanggaran langsung terhadap prinsip-prinsip dasar yang diatur dalam Piagam PBB.
Araghchi juga meminta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk mengambil langkah sesuai mandat organisasi dalam menjaga perdamaian dan keamanan global.
Menurutnya, penargetan terhadap kepala negara yang sedang menjabat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan antarbangsa.
“Kepala negara tidak dapat diganggu gugat, harus dihormati, dan kebal, sebuah prinsip yang penting untuk pelaksanaan tugas resmi mereka secara independen,” tambahnya.
Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga ia menyebut serangan itu sebagai “tindakan teroris pengecut”.
Iran Sebut Tindakan Agresi Terencana
Dalam suratnya, Araghchi menggambarkan rangkaian serangan terhadap Iran sebagai tindakan yang sistematis dan dirancang secara sengaja.
Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel telah melakukan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap integritas teritorial Iran.
“Serangkaian tindakan agresif, terencana, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial,” tegasnya.
Araghchi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kekejaman yang “mengerikan dan kriminal” terhadap bangsa Iran.

