Gembong Kartel Jalisco El Mencho Tewas, Kerusuhan Meluas dan Peringatan Perjalanan ke Meksiko Dikeluarkan

SulawesiPos.com – Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, dilaporkan tewas setelah terlibat bentrokan dengan tentara Meksiko pada Minggu (22/2/2026).

Kematian tokoh narkoba paling berpengaruh tersebut langsung memicu eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah, mulai dari pemblokiran jalan hingga gangguan serius pada sektor transportasi udara.

Mengutip laporan AFP, Senin (23/2/2026), situasi keamanan yang memburuk mendorong Amerika Serikat dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang berada di Meksiko.

Kerusuhan yang terjadi disebut berkaitan langsung dengan tewasnya El Mencho dalam operasi militer.

“Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait di banyak wilayah Meksiko, warga negara AS harus berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan dari bagian Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS dikutip dari media sosial X.

“Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan, dengan beberapa penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta,” katanya.

Pemerintah Kanada juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi.

Warga Kanada yang berada di Meksiko diminta tetap tenang serta mematuhi arahan otoritas setempat.

Secara khusus, Kanada mengimbau warganya di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Jalisco untuk berlindung di tempat aman dengan alasan adanya “adu tembak dengan pasukan keamanan dan ledakan.”

BACA JUGA: 
Mencekam! 10 Ribu Tentara Dikerahkan Usai Kematian Bos Narkoba Meksiko

Penerbangan Internasional Dibatalkan

Gelombang kekerasan tersebut berdampak langsung pada penerbangan internasional.

Sejumlah maskapai Amerika Serikat seperti United Airlines, American Airlines, Southwest Airlines, dan Alaska Airlines membatalkan penerbangan ke beberapa wilayah Meksiko.

Dari Kanada, Air Canada serta WestJet melalui unit Sunwing juga mengumumkan pembatalan rute menuju Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.

Beberapa pesawat bahkan terpaksa berbalik arah ketika sudah mengudara menuju Meksiko.

Southwest dilaporkan memutar balik empat penerbangan yang semula dijadwalkan mendarat di Puerto Vallarta.

Maskapai tersebut menyatakan akan mengirim pesawat khusus untuk mengevakuasi penumpang dan kru yang tertahan setelah kondisi dinilai aman.

Militer Meksiko menyebutkan El Mencho, yang berusia 59 tahun, mengalami luka serius dalam baku tembak dengan pasukan keamanan di kota Tapalpa.

Ia dinyatakan meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City.

Tokoh kartel tersebut diketahui masuk dalam daftar buronan dengan nilai hadiah mencapai 15 juta dolar AS.

Siapa Sebenarnya El Mencho?

El Mencho dikenal sebagai nama samaran dari Nemesio Rubén Oseguera Cervantes. Ia dilahirkan di Aguililla, Meksiko, pada 17 Juli 1966.

Sosok ini merupakan pimpinan Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), sebuah jaringan kejahatan terorganisasi yang menjadi rival utama Kartel Sinaloa yang sebelumnya dipimpin Joaquín Guzmán, kini mendekam di penjara Amerika Serikat.

BACA JUGA: 
Usai Kematian El Mencho, Infantino Yakin Piala Dunia di Meksiko Akan Spektakuler

Pada 2024, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hadiah hingga 15 juta dolar AS, atau sekitar Rp253 miliar, bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi terkait keberadaan El Mencho.

Pemerintah AS telah lama memburunya sebagai bagian dari upaya menekan arus perdagangan narkotika yang masuk ke wilayah Washington.

El Mencho disebut memimpin sekitar 5.000 anggota kartel yang jaringannya menjangkau hampir seluruh benua, kecuali Antartika.

CJNG dituding terlibat dalam berbagai kejahatan berat, mulai dari penculikan, penyiksaan, pembunuhan, praktik kanibalisme, hingga peredaran fentanil yang dikenal sebagai salah satu narkoba paling mematikan di Amerika.

Pada Desember 2024, Kementerian Luar Negeri AS juga mengungkapkan bahwa anggota CJNG terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap sejumlah pejabat Meksiko.

Masa Kecil Keterbatasan Ekonomi

Mengacu laporan USA Today, El Mencho lahir dan besar di kota pertanian kecil Aguililla, Negara Bagian Michoacán.

Ia mengadopsi nama Nemesio, yang menurut sejumlah sumber digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada ayah baptisnya, lalu disingkat menjadi “El Mencho”.

Berasal dari keluarga buruh tani, masa kecil El Mencho diwarnai keterbatasan ekonomi. Ia bahkan harus meninggalkan bangku sekolah setelah lulus pendidikan dasar demi membantu keluarga dengan memanen alpukat.

BACA JUGA: 
Bos Kartel Narkoba Meksiko Tumbang Gara-gara Wanita, Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026

Dalam perjalanan hidupnya, El Mencho sempat merantau ke Tijuana, kota perbatasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas kartel Meksiko.

Dari sana, ia mulai mengembangkan jaringan penyelundupan narkoba hingga ke San Diego.

Catatan pengadilan dan lembaga pemasyarakatan menunjukkan ia beberapa kali masuk ke Amerika Serikat dan berulang kali dideportasi.

Setelah keluar dari sebuah organisasi kriminal, El Mencho sempat bergabung dengan kepolisian Meksiko di Tomatlán, sebuah kota kecil di selatan Puerto Vallarta, Jalisco.

Namun, ia kemudian kembali ke Michoacán dan bergabung dengan Kartel Milenio yang aktif sejak awal 1990-an.

Di Kartel Milenio, El Mencho dipercaya menjadi pembunuh bayaran atau sicario dan memimpin salah satu sel di Guadalajara.

Meski dinilai menunjukkan kinerja menonjol, ia tak kunjung naik jabatan, terutama setelah para pimpinan Milenio ditangkap atau tewas pada 2008–2009.

Kekecewaan itu mendorong El Mencho bersama kelompoknya merancang perlawanan.

Pada awal 2011, ia muncul sebagai figur dominan dan mendirikan CJNG.

Kartel ini kemudian menguasai sebagian besar wilayah Guadalajara serta memperluas pengaruhnya ke Jalisco, Colima, dan Michoacán.

Seiring waktu, CJNG berkembang pesat dan memperluas operasi ke berbagai negara bagian Meksiko, termasuk memperkuat kehadiran di Tijuana dan Mexico City.

SulawesiPos.com – Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, dilaporkan tewas setelah terlibat bentrokan dengan tentara Meksiko pada Minggu (22/2/2026).

Kematian tokoh narkoba paling berpengaruh tersebut langsung memicu eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah, mulai dari pemblokiran jalan hingga gangguan serius pada sektor transportasi udara.

Mengutip laporan AFP, Senin (23/2/2026), situasi keamanan yang memburuk mendorong Amerika Serikat dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang berada di Meksiko.

Kerusuhan yang terjadi disebut berkaitan langsung dengan tewasnya El Mencho dalam operasi militer.

“Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait di banyak wilayah Meksiko, warga negara AS harus berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan dari bagian Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS dikutip dari media sosial X.

“Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan, dengan beberapa penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta,” katanya.

Pemerintah Kanada juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi.

Warga Kanada yang berada di Meksiko diminta tetap tenang serta mematuhi arahan otoritas setempat.

Secara khusus, Kanada mengimbau warganya di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Jalisco untuk berlindung di tempat aman dengan alasan adanya “adu tembak dengan pasukan keamanan dan ledakan.”

BACA JUGA: 
Siapa Sosok Kekasih yang Menjadi Penyebab Tewasnya Bos Narkoba Paling Ditakuti di Meksiko?

Penerbangan Internasional Dibatalkan

Gelombang kekerasan tersebut berdampak langsung pada penerbangan internasional.

Sejumlah maskapai Amerika Serikat seperti United Airlines, American Airlines, Southwest Airlines, dan Alaska Airlines membatalkan penerbangan ke beberapa wilayah Meksiko.

Dari Kanada, Air Canada serta WestJet melalui unit Sunwing juga mengumumkan pembatalan rute menuju Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.

Beberapa pesawat bahkan terpaksa berbalik arah ketika sudah mengudara menuju Meksiko.

Southwest dilaporkan memutar balik empat penerbangan yang semula dijadwalkan mendarat di Puerto Vallarta.

Maskapai tersebut menyatakan akan mengirim pesawat khusus untuk mengevakuasi penumpang dan kru yang tertahan setelah kondisi dinilai aman.

Militer Meksiko menyebutkan El Mencho, yang berusia 59 tahun, mengalami luka serius dalam baku tembak dengan pasukan keamanan di kota Tapalpa.

Ia dinyatakan meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City.

Tokoh kartel tersebut diketahui masuk dalam daftar buronan dengan nilai hadiah mencapai 15 juta dolar AS.

Siapa Sebenarnya El Mencho?

El Mencho dikenal sebagai nama samaran dari Nemesio Rubén Oseguera Cervantes. Ia dilahirkan di Aguililla, Meksiko, pada 17 Juli 1966.

Sosok ini merupakan pimpinan Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), sebuah jaringan kejahatan terorganisasi yang menjadi rival utama Kartel Sinaloa yang sebelumnya dipimpin Joaquín Guzmán, kini mendekam di penjara Amerika Serikat.

BACA JUGA: 
Bos Kartel Narkoba Meksiko Tumbang Gara-gara Wanita, Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026

Pada 2024, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hadiah hingga 15 juta dolar AS, atau sekitar Rp253 miliar, bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi terkait keberadaan El Mencho.

Pemerintah AS telah lama memburunya sebagai bagian dari upaya menekan arus perdagangan narkotika yang masuk ke wilayah Washington.

El Mencho disebut memimpin sekitar 5.000 anggota kartel yang jaringannya menjangkau hampir seluruh benua, kecuali Antartika.

CJNG dituding terlibat dalam berbagai kejahatan berat, mulai dari penculikan, penyiksaan, pembunuhan, praktik kanibalisme, hingga peredaran fentanil yang dikenal sebagai salah satu narkoba paling mematikan di Amerika.

Pada Desember 2024, Kementerian Luar Negeri AS juga mengungkapkan bahwa anggota CJNG terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap sejumlah pejabat Meksiko.

Masa Kecil Keterbatasan Ekonomi

Mengacu laporan USA Today, El Mencho lahir dan besar di kota pertanian kecil Aguililla, Negara Bagian Michoacán.

Ia mengadopsi nama Nemesio, yang menurut sejumlah sumber digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada ayah baptisnya, lalu disingkat menjadi “El Mencho”.

Berasal dari keluarga buruh tani, masa kecil El Mencho diwarnai keterbatasan ekonomi. Ia bahkan harus meninggalkan bangku sekolah setelah lulus pendidikan dasar demi membantu keluarga dengan memanen alpukat.

BACA JUGA: 
Bos Kartel El Mencho Tewas, 25 Tentara Meksiko Gugur dalam Bentrokan

Dalam perjalanan hidupnya, El Mencho sempat merantau ke Tijuana, kota perbatasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas kartel Meksiko.

Dari sana, ia mulai mengembangkan jaringan penyelundupan narkoba hingga ke San Diego.

Catatan pengadilan dan lembaga pemasyarakatan menunjukkan ia beberapa kali masuk ke Amerika Serikat dan berulang kali dideportasi.

Setelah keluar dari sebuah organisasi kriminal, El Mencho sempat bergabung dengan kepolisian Meksiko di Tomatlán, sebuah kota kecil di selatan Puerto Vallarta, Jalisco.

Namun, ia kemudian kembali ke Michoacán dan bergabung dengan Kartel Milenio yang aktif sejak awal 1990-an.

Di Kartel Milenio, El Mencho dipercaya menjadi pembunuh bayaran atau sicario dan memimpin salah satu sel di Guadalajara.

Meski dinilai menunjukkan kinerja menonjol, ia tak kunjung naik jabatan, terutama setelah para pimpinan Milenio ditangkap atau tewas pada 2008–2009.

Kekecewaan itu mendorong El Mencho bersama kelompoknya merancang perlawanan.

Pada awal 2011, ia muncul sebagai figur dominan dan mendirikan CJNG.

Kartel ini kemudian menguasai sebagian besar wilayah Guadalajara serta memperluas pengaruhnya ke Jalisco, Colima, dan Michoacán.

Seiring waktu, CJNG berkembang pesat dan memperluas operasi ke berbagai negara bagian Meksiko, termasuk memperkuat kehadiran di Tijuana dan Mexico City.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru