Kabar Baik! Bansos PKH dan Sembako Cair Awal Ramadan 2026, Realisasi Tembus Rp15 Triliun

SulawesiPos.com – Kabar baik datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia.

Pemerintah memastikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako mulai dicairkan secara bertahap pada awal bulan suci Ramadan 2026.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, percepatan penyaluran dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

“Penyaluran (PKH) sampai saat sekarang, untuk triwulan pertama, Januari, Februari, Maret, itu 8.940.958 KPM. Sudah tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. Sementara Sembako, itu sudah tersalurkan 15 juta lebih KPM (dengan nominal) Rp9 triliun lebih, (atau) sebanyak 86,9 persen,” kata Gus Ipul di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Secara total, dana bansos yang telah digelontorkan pemerintah hingga akhir Februari ini mencapai lebih dari Rp15 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk membantu jutaan keluarga di berbagai daerah.

Pada 2026, pemerintah menargetkan 10 juta KPM untuk program PKH dan 18,25 juta KPM untuk bantuan Sembako.

BACA JUGA: 
APPSI Gelar Pra-Rakernas, Sudaryono Instruksikan Anggota Kawal Stabilisasi Harga Sembako

Seluruh dana disalurkan melalui jaringan bank Himbara dan BSI guna memastikan proses transfer berlangsung transparan dan tepat sasaran.

Meski mayoritas bansos telah cair, masih terdapat sekitar 3 juta penerima baru, yang merupakan gabungan PKH dan Sembako yang sedang menjalani proses administrasi.

Gus Ipul menjelaskan, penerima baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagian besar belum memiliki rekening bank.

Karena itu, pemerintah perlu melakukan pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, hingga menyiapkan skema penyaluran melalui PT Pos Indonesia.

“Jadi, setiap triwulan ada penerima manfaat baru (hasil pemutakhiran DTSEN), sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1–2 bulan untuk burekol-nya itu,” jelasnya.

Kementerian Sosial juga memberikan prioritas bagi daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebanyak Rp1,8 triliun telah disalurkan kepada 1,7 juta KPM di wilayah tersebut.

Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran rampung pada akhir Februari.

BACA JUGA: 
APPSI Gelar Pra-Rakernas, Sudaryono Instruksikan Anggota Kawal Stabilisasi Harga Sembako

“Semua sudah salur dan insya Allah di akhir Februari ini tuntas,” ujar Gus Ipul.

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan program Bansos Adaptif senilai lebih dari Rp2 triliun.

Bantuan ini meliputi logistik, santunan kematian sebesar Rp15 juta per jiwa, serta bantuan isi hunian Rp3 juta per keluarga.

“Intinya dari Rp2 triliun lebih, untuk penyaluran sudah ada di rekening dan tinggal menyalurkan itu ada Rp600 miliar lebih. Sisanya kami masih mengajukan ABT (Anggaran Belanja Tambahan),” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Kabar baik datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia.

Pemerintah memastikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako mulai dicairkan secara bertahap pada awal bulan suci Ramadan 2026.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, percepatan penyaluran dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

“Penyaluran (PKH) sampai saat sekarang, untuk triwulan pertama, Januari, Februari, Maret, itu 8.940.958 KPM. Sudah tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. Sementara Sembako, itu sudah tersalurkan 15 juta lebih KPM (dengan nominal) Rp9 triliun lebih, (atau) sebanyak 86,9 persen,” kata Gus Ipul di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Secara total, dana bansos yang telah digelontorkan pemerintah hingga akhir Februari ini mencapai lebih dari Rp15 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk membantu jutaan keluarga di berbagai daerah.

Pada 2026, pemerintah menargetkan 10 juta KPM untuk program PKH dan 18,25 juta KPM untuk bantuan Sembako.

BACA JUGA: 
APPSI Gelar Pra-Rakernas, Sudaryono Instruksikan Anggota Kawal Stabilisasi Harga Sembako

Seluruh dana disalurkan melalui jaringan bank Himbara dan BSI guna memastikan proses transfer berlangsung transparan dan tepat sasaran.

Meski mayoritas bansos telah cair, masih terdapat sekitar 3 juta penerima baru, yang merupakan gabungan PKH dan Sembako yang sedang menjalani proses administrasi.

Gus Ipul menjelaskan, penerima baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagian besar belum memiliki rekening bank.

Karena itu, pemerintah perlu melakukan pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, hingga menyiapkan skema penyaluran melalui PT Pos Indonesia.

“Jadi, setiap triwulan ada penerima manfaat baru (hasil pemutakhiran DTSEN), sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1–2 bulan untuk burekol-nya itu,” jelasnya.

Kementerian Sosial juga memberikan prioritas bagi daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebanyak Rp1,8 triliun telah disalurkan kepada 1,7 juta KPM di wilayah tersebut.

Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran rampung pada akhir Februari.

BACA JUGA: 
APPSI Gelar Pra-Rakernas, Sudaryono Instruksikan Anggota Kawal Stabilisasi Harga Sembako

“Semua sudah salur dan insya Allah di akhir Februari ini tuntas,” ujar Gus Ipul.

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan program Bansos Adaptif senilai lebih dari Rp2 triliun.

Bantuan ini meliputi logistik, santunan kematian sebesar Rp15 juta per jiwa, serta bantuan isi hunian Rp3 juta per keluarga.

“Intinya dari Rp2 triliun lebih, untuk penyaluran sudah ada di rekening dan tinggal menyalurkan itu ada Rp600 miliar lebih. Sisanya kami masih mengajukan ABT (Anggaran Belanja Tambahan),” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru