HIPMI mengusulkan skema kredit khusus bagi usaha menengah dengan plafon Rp20 miliar hingga Rp50 miliar.
“Kami mengusulkan ada kredit bagi usaha kelas menengah agar daya beli dan supply-demand tetap terjaga,” kata Akbar.
Ia menilai insentif selama ini lebih banyak menyasar UMKM mikro dan kecil, seperti PPh 0,5 persen dan KUR.
Sambutan Bahlil
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan salam Presiden Prabowo kepada seluruh kader HIPMI dan menegaskan kedekatan emosionalnya dengan organisasi tersebut.
“HIPMI ini cinta pertama saya. Di sinilah kita dilatih leadership, dilatih menjadi pengusaha yang pantang mundur,” ujarnya.
Bahlil juga memaparkan kondisi ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina dan ketegangan Timur Tengah.
Meski demikian, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di atas 5,3 persen dengan inflasi di bawah 3 persen.
“Di antara negara-negara G20, pertumbuhan terbesar memang India, setelah itu Indonesia,” katanya.
Di sektor energi, ia menyoroti lifting minyak nasional yang menurun dibanding era 1996–1997. Namun target APBN terakhir tercapai sekitar 605 ribu barel per hari.
Ia menambahkan kebutuhan impor energi masih tinggi, mencapai sekitar Rp520 triliun per tahun, sehingga peran pengusaha muda dinilai krusial dalam mendorong investasi dan kemandirian energi.
SDP HIPMI 2026 diharapkan melahirkan rekomendasi strategis untuk pemerintah pusat, sebagai kontribusi pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi nasional dan keluar dari jebakan middle income trap.

