AYP berharap program serupa dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di Kota Kendari, tetapi juga menjangkau kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tenggara.
“Kadin harus bersinergi dengan pemerintah di semua tingkatan. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Program GPM ini juga menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 mengalami inflasi tahunan sebesar 5,10 persen, dengan Kota Kendari dan Baubau menjadi daerah penyumbang inflasi tertinggi.
AYP turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, atas dukungan terhadap Kadin sehingga mampu melaksanakan kegiatan GPM,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sultra yang dihadiri jajaran pengurus DPP Kadin, termasuk dirinya.
Melalui kegiatan ini, Kadin Sultra berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu menjelang Ramadan.(*)

