Pengamatan hilal biasanya dilakukan pada hari ke-29 bulan berjalan atau malam ke-30. Apabila hilal terlihat, maka malam tersebut menandai masuknya bulan baru.
Namun, jika hilal tidak tampak, maka bulan yang sedang berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), dan bulan baru dimulai keesokan harinya.
Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Selain rukyat, penentuan awal puasa Ramadan juga dapat dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.
Metode ini menggunakan perhitungan astronomi untuk memastikan keberadaan bulan baru, meskipun hilal belum terlihat secara kasat mata.
Dalam metode ini, terdapat tiga kriteria utama yang harus terpenuhi:
- Telah terjadi ijtimak (konjungsi)
- Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam
- Saat matahari terbenam, piringan atas bulan berada di atas ufuk

