25 C
Makassar
12 February 2026, 7:40 AM WITA

Mentan Amran Lapor ke Presiden: Stok Pangan Aman dan Lebih dari Cukup Jelang Ramadan dan Idulfitri

SulawesiPos.com, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Republik Indonesia bahwa ketersediaan dan stabilitas stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Mentan melaporkan perkembangan stok, produksi, hingga harga pangan strategis nasional.

“Stok pangan kita aman. Untuk dua bulan ke depan lebih dari cukup. Bahkan sampai Idulfitri, stok 11 sampai 12 bahan pokok tersedia dan dalam kondisi aman,” kata Amran.

Mentan Amran menjelaskan, dari sembilan bahan pokok utama, sebagian besar sudah berada pada posisi swasembada bahkan mampu menembus pasar ekspor.

Sementara untuk komoditas yang masih membutuhkan impor, ketersediaannya juga dipastikan mencukupi.

“Bawang merah kita sudah swasembada, bahkan ekspor. Tahun 2025 ekspornya sekitar seribu ton. Jadi yang kita benahi sekarang adalah rantai pasoknya agar harga tetap stabil,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, pemerintah terus memperkuat pengendalian harga melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), terutama pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur.

Baca Juga: 
Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

“Beras itu yang paling strategis. Ini yang kita jaga betul. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum,” ungkap Mentan Amran.

Dalam laporannya kepada Presiden, Mentan juga menyampaikan posisi cadangan beras pemerintah yang terus menguat.

SulawesiPos.com, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Republik Indonesia bahwa ketersediaan dan stabilitas stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Mentan melaporkan perkembangan stok, produksi, hingga harga pangan strategis nasional.

“Stok pangan kita aman. Untuk dua bulan ke depan lebih dari cukup. Bahkan sampai Idulfitri, stok 11 sampai 12 bahan pokok tersedia dan dalam kondisi aman,” kata Amran.

Mentan Amran menjelaskan, dari sembilan bahan pokok utama, sebagian besar sudah berada pada posisi swasembada bahkan mampu menembus pasar ekspor.

Sementara untuk komoditas yang masih membutuhkan impor, ketersediaannya juga dipastikan mencukupi.

“Bawang merah kita sudah swasembada, bahkan ekspor. Tahun 2025 ekspornya sekitar seribu ton. Jadi yang kita benahi sekarang adalah rantai pasoknya agar harga tetap stabil,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, pemerintah terus memperkuat pengendalian harga melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), terutama pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur.

Baca Juga: 
Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

“Beras itu yang paling strategis. Ini yang kita jaga betul. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum,” ungkap Mentan Amran.

Dalam laporannya kepada Presiden, Mentan juga menyampaikan posisi cadangan beras pemerintah yang terus menguat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/