26 C
Makassar
8 February 2026, 20:28 PM WITA

Pramono Anung Tak Mau Masuk Gorong-Gorong, Sebut Dirinya Bekerja dengan Pikiran

Overview:

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkelakar tak mau masuk gorong-gorong saat kerja bakti massal.
  • Ia menyebut dirinya dibesarkan dalam tradisi teknokrasi yang mengedepankan kerja pikiran.
  • Kerja bakti pascabanjir itu melibatkan lebih dari 171 ribu personel gabungan.

SulawesiPos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pernyataan santai saat menghadiri kerja bakti massal di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan dirinya tidak ingin turun langsung ke dalam gorong-gorong karena merasa dibesarkan dalam tradisi teknokrasi.

“Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya’. Pak JK ketawa,” kata Pramono kepada wartawan.

Pramono yang saat itu berdiri di samping Jusuf Kalla menambahkan, dirinya sebenarnya tidak keberatan jika harus turun langsung, namun khawatir justru menjadi perhatian media.

“Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong,” ujarnya berkelakar.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, Waspada Banjir Toraja Utara

Dalam kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 171.134 personel gabungan yang berasal dari unsur pemerintah, masyarakat, hingga perusahaan.

“(Melaksanakan kerja bakti) Di 44 kecamatan, 267 kelurahan dan juga tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya. Dan sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang,” kata Pramono.

Ia juga menyebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut ambil bagian, termasuk Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan fokus utama kerja bakti adalah pengurasan serta pembersihan saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mencegah penyumbatan sampah pascabanjir.

Overview:

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkelakar tak mau masuk gorong-gorong saat kerja bakti massal.
  • Ia menyebut dirinya dibesarkan dalam tradisi teknokrasi yang mengedepankan kerja pikiran.
  • Kerja bakti pascabanjir itu melibatkan lebih dari 171 ribu personel gabungan.

SulawesiPos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pernyataan santai saat menghadiri kerja bakti massal di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan dirinya tidak ingin turun langsung ke dalam gorong-gorong karena merasa dibesarkan dalam tradisi teknokrasi.

“Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya’. Pak JK ketawa,” kata Pramono kepada wartawan.

Pramono yang saat itu berdiri di samping Jusuf Kalla menambahkan, dirinya sebenarnya tidak keberatan jika harus turun langsung, namun khawatir justru menjadi perhatian media.

“Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong,” ujarnya berkelakar.

Baca Juga: 
Gerakkan OPD Kerja Bakti, Bupati Bone Ingin Bangunan Eks Lapas Jadi Balai Latihan Kerja

Dalam kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 171.134 personel gabungan yang berasal dari unsur pemerintah, masyarakat, hingga perusahaan.

“(Melaksanakan kerja bakti) Di 44 kecamatan, 267 kelurahan dan juga tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya. Dan sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang,” kata Pramono.

Ia juga menyebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut ambil bagian, termasuk Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan fokus utama kerja bakti adalah pengurasan serta pembersihan saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mencegah penyumbatan sampah pascabanjir.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/