Overview
SulawesiPos.com – Nama Blueray Cargo mencuat ke publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap terhadap oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pengurusan impor barang.
Bahkan, dalam pengembangan perkara ini, KPK menyatakan pemilik Blueray Cargo, John Field, telah masuk daftar pencarian setelah melarikan diri saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan.
Perusahaan Blueray Cargo dikenal sebagai salah satu pemain besar di sektor jasa pengiriman dan impor barang internasional ke Indonesia.
Blueray Cargo merupakan perusahaan jasa impor yang berbasis di Jakarta dan telah beroperasi sejak tahun 2001.
Selama lebih dari dua dekade, perusahaan ini menyediakan layanan pengiriman barang dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman, Inggris, hingga Taiwan menuju Indonesia.
Dengan mengandalkan pengiriman melalui jalur udara dan laut, Blueray Cargo melayani ribuan pelaku usaha, khususnya pedagang grosir yang tersebar di pusat-pusat perdagangan besar di Jakarta seperti Glodok, Mangga Dua, Harco, serta wilayah lain di Indonesia.
Beberapa fasilitas yang disediakan Blueray Cargo, di antaranya:
Dalam operasionalnya, Blueray Cargo mengusung konsep satu harga (all in) untuk layanan impor.
Skema ini mencakup pengurusan barang dari negara asal, proses pengiriman internasional, hingga distribusi ke tangan pelanggan di dalam negeri.
Perusahaan ini memposisikan diri sebagai penyedia layanan impor cepat dengan fokus pada efisiensi waktu dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan kepastian jadwal pengiriman.
Blueray Cargo mengklaim memiliki jaringan gudang di sejumlah negara serta cabang operasional di beberapa kota besar di Indonesia.
Infrastruktur ini disebut mendukung kelancaran arus barang lintas negara, baik untuk pengiriman skala kecil maupun besar.
Selain itu, perusahaan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra logistik, pelabuhan, dan maskapai penerbangan internasional untuk menunjang distribusi barang.
Dalam praktiknya, Blueray Cargo menawarkan dua moda utama pengiriman, yakni:
Kedua layanan ini menjadi tulang punggung aktivitas impor perusahaan selama bertahun-tahun.
Reputasi Blueray Cargo kini berada dalam sorotan setelah KPK mengungkap dugaan aliran dana kepada oknum Bea Cukai guna meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan fisik.
Dalam perkara tersebut, penyidik mendalami dugaan masuknya barang ilegal, termasuk barang palsu atau tidak sesuai ketentuan.
KPK menegaskan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada individu yang telah ditetapkan sebagai tersangka, melainkan terus dikembangkan untuk menelusuri peran pihak-pihak lain yang terlibat.
Kasus ini sekaligus membuka kembali diskursus publik mengenai pengawasan impor dan integritas sistem kepabeanan di Indonesia, khususnya terhadap perusahaan jasa logistik berskala besar.