24 C
Makassar
6 February 2026, 20:14 PM WITA

Menko Pangan Zulhas Hadiri Panen Raya di Maros, Optimistis Produksi Beras Tembus 4 Juta Ton Tahun Ini

Overview

  • Panen Raya dan peluncuran program serap gabah digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai target produksi 4 juta ton setara beras tahun ini realistis, seiring naiknya produksi dan penguatan peran Bulog serta TNI di lapangan.

SulawesiPos.com, Maros – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya dan Launching Serap Gabah yang berlangsung di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menandai sinergi pusat dan daerah dalam menjaga produksi serta harga gabah petani.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Bupati Maros AS Chaidir Syam, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Kepala Bulog Pusat (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dan perwakilan Bulog Wilayah Sulselbar, bersama jajaran TNI serta kelompok tani.

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kehadiran TNI sangat berpengaruh dalam mengamankan harga gabah di tingkat petani yang sebelumnya sempat ditekan oleh tengkulak.

Baca Juga: 
Konflik dengan Trump Memanas, Paus Leo XIV Kembali Kecam “Diplomasi Kekuatan” dan “Gairah Perang”

“Kemarin kalau tidak dibantu TNI, harga gabah masih ditekan. Setelah Dandim dan Babinsa turun langsung, alhamdulillah harga sudah sesuai standar,” kata Zulkifli Hasan.

Produksi Naik, Target Dinilai Realistis

Menko Pangan menegaskan pemerintah optimistis terhadap pencapaian produksi beras nasional tahun ini.

Ketua Umum PAN menyebut capaian tahun lalu yang telah menembus lebih dari 3 juta ton menjadi modal kuat untuk meningkatkan target.

“Tahun lalu sudah lebih dari 3 juta ton. Tahun ini kita targetkan 4 juta ton setara beras. Insyaallah tercapai karena produksi juga meningkat. Kalau Bulog menyerap 4 juta ton, itu wajar, bahkan saya yakin bisa lebih,” ujarnya.

Menurut Zulhas, peningkatan produksi di daerah sentra seperti Sulawesi Selatan menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok beras nasional.

Overview

  • Panen Raya dan peluncuran program serap gabah digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai target produksi 4 juta ton setara beras tahun ini realistis, seiring naiknya produksi dan penguatan peran Bulog serta TNI di lapangan.

SulawesiPos.com, Maros – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya dan Launching Serap Gabah yang berlangsung di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menandai sinergi pusat dan daerah dalam menjaga produksi serta harga gabah petani.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Bupati Maros AS Chaidir Syam, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Kepala Bulog Pusat (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dan perwakilan Bulog Wilayah Sulselbar, bersama jajaran TNI serta kelompok tani.

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kehadiran TNI sangat berpengaruh dalam mengamankan harga gabah di tingkat petani yang sebelumnya sempat ditekan oleh tengkulak.

Baca Juga: 
Pemerintah Telusuri Status WNI Kezia Syifa dan Muhammad Rio yang Dikabarkan Gabung Militer Asing

“Kemarin kalau tidak dibantu TNI, harga gabah masih ditekan. Setelah Dandim dan Babinsa turun langsung, alhamdulillah harga sudah sesuai standar,” kata Zulkifli Hasan.

Produksi Naik, Target Dinilai Realistis

Menko Pangan menegaskan pemerintah optimistis terhadap pencapaian produksi beras nasional tahun ini.

Ketua Umum PAN menyebut capaian tahun lalu yang telah menembus lebih dari 3 juta ton menjadi modal kuat untuk meningkatkan target.

“Tahun lalu sudah lebih dari 3 juta ton. Tahun ini kita targetkan 4 juta ton setara beras. Insyaallah tercapai karena produksi juga meningkat. Kalau Bulog menyerap 4 juta ton, itu wajar, bahkan saya yakin bisa lebih,” ujarnya.

Menurut Zulhas, peningkatan produksi di daerah sentra seperti Sulawesi Selatan menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok beras nasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/