Overview:
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti melayat ke rumah duka siswa SD yang meninggal diduga karena masalah ekonomi.
- Pemerintah menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga.
- Peristiwa ini menjadi refleksi pentingnya perhatian sosial, pendidikan karakter, dan ketahanan keluarga.
SulawesiPos.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi rumah duka YBR (10), siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal dunia diduga karena persoalan ekonomi.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (5/2/2026) sebagai bentuk belasungkawa langsung kepada keluarga korban.
“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya YBR,” ujar Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tragis ini harus menjadi catatan bersama mengenai pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis dan sosial anak.
Menurutnya, penanaman nilai agama, penguatan ketahanan keluarga, serta kepedulian lingkungan pendidikan perlu diperkuat.
“Oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” tuturnya.
Selain menyampaikan duka cita, Mu’ti juga menyerahkan santunan kepada keluarga untuk membantu meringankan beban mereka.
Bantuan tersebut diterima oleh ibu korban Maria Goreti Te’a, nenek Wihelmina Nenu, serta paman Dominikus Nou.
Mewakili keluarga, Dominikus menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ungkapnya.

