24 C
Makassar
6 February 2026, 8:44 AM WITA

Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Pemerintah Janji Akan Evaluasi Menyeluruh

Ia berharap pemantauan yang konsisten dapat mencegah terulangnya tragedi serupa.

“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius pemerintah, khususnya terkait efektivitas program pengentasan kemiskinan, akurasi pendataan, serta kepedulian sosial.

“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” imbuhnya.

Wamen HAM sebut ini wake-up call untuk pemerintah

Di kesempatan berbeda, Wakil Menteri HAM (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin menegaskan bahwa seorang anak semestinya tidak dibebani persoalan hidup yang begitu berat hingga berujung pada keputusan tragis.

Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pukulan keras bagi hati nurani bangsa.

“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan dan menusuk nurani kita semua sebagai sebuah bangsa, utamanya saya sebagai Wakil Menteri HAM. Seorang anak tidak seharusnya menghadapi beban hidup sedemikian berat, sehingga mengambil keputusan fatal yang orang tua sekalipun tidak membayangkan untuk mengambilnya,” kata Mugiyanto dikutip dari JawaPos.

Baca Juga: 
KPK Selidiki BPKH Terkait Dugaan Korupsi Dana Haji dan Layanan di Bawah Standar

Mugiyanto menyebut tragedi ini sebagai peringatan serius bagi pemerintah dan negara agar lebih hadir dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, negara berkewajiban menjamin terpenuhinya hak hidup yang layak bagi seluruh warga negara, termasuk anak-anak.

Ia berharap pemantauan yang konsisten dapat mencegah terulangnya tragedi serupa.

“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius pemerintah, khususnya terkait efektivitas program pengentasan kemiskinan, akurasi pendataan, serta kepedulian sosial.

“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” imbuhnya.

Wamen HAM sebut ini wake-up call untuk pemerintah

Di kesempatan berbeda, Wakil Menteri HAM (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin menegaskan bahwa seorang anak semestinya tidak dibebani persoalan hidup yang begitu berat hingga berujung pada keputusan tragis.

Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pukulan keras bagi hati nurani bangsa.

“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan dan menusuk nurani kita semua sebagai sebuah bangsa, utamanya saya sebagai Wakil Menteri HAM. Seorang anak tidak seharusnya menghadapi beban hidup sedemikian berat, sehingga mengambil keputusan fatal yang orang tua sekalipun tidak membayangkan untuk mengambilnya,” kata Mugiyanto dikutip dari JawaPos.

Baca Juga: 
Said Didu: Mentan Amran Kembalikan Kedaulatan Pangan

Mugiyanto menyebut tragedi ini sebagai peringatan serius bagi pemerintah dan negara agar lebih hadir dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, negara berkewajiban menjamin terpenuhinya hak hidup yang layak bagi seluruh warga negara, termasuk anak-anak.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/