Intervensi Elon Musk dalam polemik tersebut, lanjutnya, memperlihatkan bagaimana tokoh teknologi memanfaatkan panggung media sosial untuk membentuk opini publik tentang keamanan pesaing, sehingga ruang diskusi berubah menjadi medan perang wacana yang justru membingungkan pengguna awam.
Dalam wawancara dengan wartawan SulawesiPos.com pada Kamis (5/2/2026), Dr. Alem menegaskan bahwa masyarakat global perlu beralih dari pola “kepercayaan buta” menuju “kepercayaan terverifikasi” melalui audit independen, transparansi algoritmik, serta mekanisme akuntabilitas publik.
Ia menyimpulkan bahwa gugatan terhadap Meta bukan semata persoalan legal, melainkan pertarungan definisi tentang siapa yang berhak menentukan makna “privasi” dan “keamanan” di ruang digital, sehingga pendidikan literasi kritis menjadi prasyarat utama untuk menjaga martabat manusia di era ekonomi data. (ali)

