Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni, menjelaskan bahwa penurunan produktivitas dari kondisi normal 12–14 ton per hektare menjadi sekitar 10 ton per hektare merupakan dampak langsung dari cuaca ekstrem.
Meski demikian, capaian tersebut masih tergolong aman dan menguntungkan bagi petani.
“Dengan luas panen sekitar 350 hektare dan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah Cirebon tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan hingga pasca-Lebaran,” katanya.
Deni menambahkan, dari sisi harga, kondisi di tingkat petani masih berada dalam koridor yang sehat.
Namun, tantangan tata niaga seperti ketergantungan pada tengkulak serta keterbatasan permodalan dan fasilitas pascapanen masih perlu diperkuat.
“Masukan dari kelompok tani menjadi perhatian kami. Ke depan, kami akan mendorong fasilitasi pembiayaan dan penguatan pascapanen agar bawang merah Cirebon memiliki identitas sendiri dan mampu bersaing sebagai kawasan sentra,” pungkasnya.

