Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk dilakukan visum et repertum.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa tali nilon, pakaian korban, serta selembar kertas tulisan tangan berisi pesan perpisahan menggunakan bahasa daerah Ngada.
Adapun isi surat tersebut dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi (meninggal)
Jangan menangis ya Mama
Mama saya pergi (meninggal)
Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya
Selamat tinggal Mama
Diduga Putus Asa karena Keterbatasan Ekonomi
Korban diketahui merupakan siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami keputusasaan akibat kondisi ekonomi keluarga.
Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10.000.
Namun sang ibu, MGT (47), menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki uang saat itu.

