26 C
Makassar
4 February 2026, 19:48 PM WITA

Anak SD di NTT Ditemukan Meninggal Dunia, Tinggalkan Surat Perpisahan untuk Sang Ibu

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk dilakukan visum et repertum.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa tali nilon, pakaian korban, serta selembar kertas tulisan tangan berisi pesan perpisahan menggunakan bahasa daerah Ngada.

Adapun isi surat tersebut dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi (meninggal)

Jangan menangis ya Mama

Mama saya pergi (meninggal)

Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya

Selamat tinggal Mama

Diduga Putus Asa karena Keterbatasan Ekonomi

Korban diketahui merupakan siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami keputusasaan akibat kondisi ekonomi keluarga.

Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10.000.

Namun sang ibu, MGT (47), menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki uang saat itu.

Baca Juga: 
Kasus Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Dijadwalkan Diperiksa Hari Ini

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk dilakukan visum et repertum.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa tali nilon, pakaian korban, serta selembar kertas tulisan tangan berisi pesan perpisahan menggunakan bahasa daerah Ngada.

Adapun isi surat tersebut dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi (meninggal)

Jangan menangis ya Mama

Mama saya pergi (meninggal)

Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya

Selamat tinggal Mama

Diduga Putus Asa karena Keterbatasan Ekonomi

Korban diketahui merupakan siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami keputusasaan akibat kondisi ekonomi keluarga.

Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10.000.

Namun sang ibu, MGT (47), menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki uang saat itu.

Baca Juga: 
Produktivitas Kentang Kerinci Naik 8,76%, Kementan Dorong Perluasan Pasar dan Hilirisasi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/