Categories: News

Waspada Virus Nipah, Bandara Ngurah Rai Perketat Pemeriksaan Kedatangan Internasional

Overview

  • Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memperketat pemeriksaan kedatangan internasional sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Nipah yang kembali muncul di Asia Selatan.
  • Pengawasan dilakukan melalui pemindaian suhu tubuh dan koordinasi dengan otoritas kesehatan
  • Pemerintah memastikan skrining di pintu masuk negara telah berjalan dan hingga kini belum ada kasus pada manusia di Indonesia.

SulawesiPos.com – Kewaspadaan terhadap penyebaran virus Nipah (NiV) ditingkatkan menyusul munculnya kasus terbaru di kawasan Asia Selatan.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memperketat pemeriksaan penumpang kedatangan internasional sebagai langkah pencegahan masuknya virus mematikan tersebut ke Indonesia.

Awal 2026, virus Nipah dilaporkan menyebar di negara bagian Benggala Barat, India, dengan lima kasus terkonfirmasi, termasuk tenaga kesehatan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat empat kasus virus Nipah di Bangladesh sepanjang 1 Januari hingga 29 Agustus 2025, seluruhnya berujung kematian.

WHO menilai risiko kesehatan masyarakat di tingkat regional berada pada kategori moderat.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi memicu wabah, menimbulkan penyakit berat pada manusia dan hewan, serta memiliki tingkat fatalitas tinggi, khususnya di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Kondisi ini mendorong kewaspadaan global, termasuk di Indonesia yang memiliki kedekatan geografis dengan wilayah endemis.

Bandara Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan

Sebagai langkah antisipasi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memperketat pengawasan penumpang, terutama di jalur kedatangan internasional.

Pengawasan dilakukan dengan pemasangan dua unit thermal scanner di area kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, serta satu unit di terminal VIP.

Pihak bandara juga berkoordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan virus Nipah di area kedatangan bandara,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Kamis (29/1).

Apabila ditemukan penumpang dengan gejala mencurigakan, pihak BBKK akan menindaklanjuti dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.

Gede Eka Sandi juga mengimbau penumpang untuk menjaga kondisi kesehatan dan segera melapor apabila mengalami gejala awal.

“Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal virus Nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” katanya.

Wamenkes: Indonesia Sudah Lakukan Skrining

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, memastikan hingga saat ini virus Nipah belum ditemukan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan skrining di pintu-pintu masuk negara.

“Virus Nipah itu sudah ada sejak 1998. Ada di India, tahun ini ada dua kasus. Memang angka kematiannya sangat tinggi, tetapi jumlah kasus di dunia ini belum sampai 1.000 kasus,” kata Ben saat kunjungan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (29/1).

Menurutnya, sejumlah negara di kawasan sudah melakukan langkah antisipasi ketat.

“Jadi belum sampai di Indonesia. Di Thailand sudah bagus dilakukan skrining. Jadi di Thailand, karena kasusnya di India, di satu wilayah, tapi di India pun baru dua kasus. Jadi di India pun sudah langsung melakukan lockdown,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia telah memiliki alat deteksi suhu di bandara, meski belum menerapkan skrining ketat seperti saat pandemi COVID-19.

“Di Indonesia otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di bandara, yang pasien dengan suhu tinggi sudah bisa dideteksi, tetapi memang skrining seperti COVID belum kita lakukan,” pungkasnya.

Virus Nipah Belum Ditemukan pada Manusia di Indonesia

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa hingga kini virus Nipah belum ditemukan pada manusia di Indonesia. Namun, virus tersebut telah terdeteksi pada hewan.

“Virus nipah di Indonesia belum pernah ditemukan pada orang, tapi pada kelelawar ada,” kata anggota UKK Infeksi Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A (Subs IPT), dalam webinar IDAI, Kamis (29/1).

Virus Nipah diketahui pernah ditemukan pada kelelawar pemakan buah di Sumatera Utara berdasarkan penelitian tahun 2023 yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan.

Hingga saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin untuk virus tersebut, meski uji coba vaksin tengah dilakukan di Inggris dan masih membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Bandara Ngurah Rai Kemenkes Virus Nipah Virus Nipah Indonesia who