Menurutnya, sejumlah negara di kawasan sudah melakukan langkah antisipasi ketat.
“Jadi belum sampai di Indonesia. Di Thailand sudah bagus dilakukan skrining. Jadi di Thailand, karena kasusnya di India, di satu wilayah, tapi di India pun baru dua kasus. Jadi di India pun sudah langsung melakukan lockdown,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia telah memiliki alat deteksi suhu di bandara, meski belum menerapkan skrining ketat seperti saat pandemi COVID-19.
“Di Indonesia otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di bandara, yang pasien dengan suhu tinggi sudah bisa dideteksi, tetapi memang skrining seperti COVID belum kita lakukan,” pungkasnya.
Virus Nipah Belum Ditemukan pada Manusia di Indonesia
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa hingga kini virus Nipah belum ditemukan pada manusia di Indonesia. Namun, virus tersebut telah terdeteksi pada hewan.
“Virus nipah di Indonesia belum pernah ditemukan pada orang, tapi pada kelelawar ada,” kata anggota UKK Infeksi Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A (Subs IPT), dalam webinar IDAI, Kamis (29/1).
Virus Nipah diketahui pernah ditemukan pada kelelawar pemakan buah di Sumatera Utara berdasarkan penelitian tahun 2023 yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan.
Hingga saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin untuk virus tersebut, meski uji coba vaksin tengah dilakukan di Inggris dan masih membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan.

