Ia kembali menekankan bahwa perhatian yang diberikan Denada tidak berhenti pada pengakuan semata, meski keterbatasan jarak membuat intensitas pertemuan tidak selalu rutin.
“Bukan hanya sekadar mengakui (Ressa anak), dibiayai, disekolahkan, dikasih kasih sayang. Ya karena jaraknya jauh mungkin gak setiap hari kan, hanya gitu aja kok. Fasilitas juga dikasih,” tegas Muhammad Iqbal.
Menurutnya, fasilitas dan dukungan yang diterima Ressa juga tidak hanya berasal dari Denada, tetapi turut diberikan oleh mendiang Emilia Contessa.
“Iya, tadi dibilang bukan hanya sekadar mengakui,” tukasnya.
Terkait informasi Ressa yang sempat bekerja sebagai sopir dengan gaji Rp2,5 juta, Muhammad Iqbal menilai hal itu bukan bentuk penelantaran.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter agar anak tidak tumbuh manja.
“Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja. Gaji Rp 2,5 juta di Banyuwangi besar tuh. Supaya dia tidak manja cuma minta nodong gini ke orang tua kan ya ndak enak lah,” jelas Muhammad Iqbal.

