Selain buah, IDAI juga menyoroti cara pengolahan daging. Virus Nipah diketahui tidak tahan terhadap suhu tinggi, sehingga proses memasak hingga matang sempurna menjadi langkah pencegahan yang efektif.
“Jadi kalau kita memasaknya (daging), maka virus ini mati. Itu prinsip umum bukan cuman untuk cegah virus Nipah tapi bisa untuk virus-virus yang lain juga,” tambahnya.
Kewaspadaan ini dinilai krusial mengingat kelelawar buah tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Virus Nipah juga berpotensi menular ke hewan yang sering berinteraksi dengan manusia, seperti babi, kuda, kambing, hingga hewan peliharaan.
Dengan kebiasaan sederhana seperti mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh serta memastikan daging dimasak hingga matang, risiko penularan virus Nipah yang mematikan dapat ditekan secara signifikan.

