Tak hanya itu, Mentan Amran juga menyampaikan komitmen dukungan ekonomi berkelanjutan bagi keluarga prajurit.
“Jika ada lahan, kami siap menerima datanya untuk masa depan anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, Panglima Korps Marinir Letjen TNI Endi Supardi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Mentan Amran. Menurutnya, kepedulian tersebut tidak bersifat struktural, namun lahir dari ketulusan pribadi.
“Kami menghaturkan terima kasih kepada Pak Menteri. Secara struktur tidak ada kewajiban, tetapi ini murni bentuk perhatian dan kasih sayang beliau kepada keluarga besar Marinir,” ujar Endi.
Ia juga menilai Mentan Amran sebagai sosok yang konsisten mendukung program pemerintah dan menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan TNI.
“Beliau sering bekerja sama dengan kami dalam mendukung program pemerintah. Mudah-mudahan ke depan kita juga dapat bersama-sama mendukung program produksi kedelai nasional,” katanya.
Letjen Endi menambahkan, kehadiran langsung Mentan Amran di tengah keluarga prajurit menjadi bukti empati yang nyata.
“Beliau hadir, mengetuk hati kami. Beliau berasal dari trah TNI. Kami sangat berterima kasih. Sebesar apa pun uang, tentu tidak akan bisa menggantikan keluarga yang telah meninggal,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan terhadap Mentan Amran, seraya mengenang perjalanan hidup sang menteri.
“Beliau adalah anak seorang Sersan Mayor. Tidak pernah kehilangan hati nurani, berjuang dari nol, bahkan pernah tidur di masjid. Sampai hari ini menjadi menteri, hatinya tetap sama. Kami hormat dan bangga kepada Mentan Amran,” pungkasnya.
Kepedulian Mentan Amran ini menegaskan komitmen kemanusiaan dan kebangsaan dirinya, pada naungan Kementerian Pertanian dalam menghormati pengorbanan prajurit TNI serta memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan perhatian dan harapan untuk masa depan.

