24 C
Makassar
3 February 2026, 4:56 AM WITA

Tak Lagi Cemas Dinding Ambruk, Ibu Emi Terharu Rumahnya Masuk Program Rutilahu

Overview

Tangis haru Ibu Emi pecah saat rumah sederhananya di Kelurahan Pasirwangi, Ujungberung, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Hunian dengan kondisi tembok rapuh dan fasilitas MCK tidak layak itu resmi masuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemkot Bandung. Farhan turun langsung meninjau lokasi dan memastikan perbaikan akan dikawal Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama aparat wilayah, demi menjamin keselamatan dan kesehatan penghuni.

SulawesiPos.com – Pagi itu, Ibu Emi tak pernah menyangka rumah sederhana yang telah ia tempati bertahun-tahun mendadak menjadi pusat perhatian.

Perempuan lansia warga RT 4 RW 9 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, hanya bisa berkali-kali mengusap matanya saat kabar itu disampaikan.

Rumah yang selama ini ia huni dengan tembok rapuh, dinding retak, dan kondisi bangunan yang kian mengkhawatirkan akhirnya masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemerintah Kota Bandung.

Selama bertahun-tahun, Ibu Emi hidup dalam bayang-bayang rasa cemas. Struktur bangunan rumahnya tampak rawan, sementara fasilitas MCK berada di bagian depan rumah dengan kondisi yang jauh dari standar kesehatan.

Baca Juga: 
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Keterlibatannya dalam Korupsi Kuota Haji 2024

Kondisi itulah yang mendorong Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung ke lokasi pada Selasa (27/1/2026).

Farhan meninjau detail rumah warga, mengecek langsung tembok yang dinilai sudah darurat, sekaligus menyoroti perlunya perbaikan fasilitas MCK agar lebih layak dan sehat.

Farhan memastikan, perbaikan rumah Ibu Emi akan dikawal oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.

Peninjauan tersebut turut dihadiri perangkat daerah terkait, lurah, pengurus RW, serta pendamping lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Insyaallah dibantu melalui program Rutilahu. Nanti dikawal oleh dinas, lurah, dan RW,” ujar Farhan saat berdialog dengan warga.

Menurut Farhan, rumah dengan kondisi darurat seperti milik Ibu Emi harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan penghuninya.

Overview

Tangis haru Ibu Emi pecah saat rumah sederhananya di Kelurahan Pasirwangi, Ujungberung, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Hunian dengan kondisi tembok rapuh dan fasilitas MCK tidak layak itu resmi masuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemkot Bandung. Farhan turun langsung meninjau lokasi dan memastikan perbaikan akan dikawal Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama aparat wilayah, demi menjamin keselamatan dan kesehatan penghuni.

SulawesiPos.com – Pagi itu, Ibu Emi tak pernah menyangka rumah sederhana yang telah ia tempati bertahun-tahun mendadak menjadi pusat perhatian.

Perempuan lansia warga RT 4 RW 9 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, hanya bisa berkali-kali mengusap matanya saat kabar itu disampaikan.

Rumah yang selama ini ia huni dengan tembok rapuh, dinding retak, dan kondisi bangunan yang kian mengkhawatirkan akhirnya masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemerintah Kota Bandung.

Selama bertahun-tahun, Ibu Emi hidup dalam bayang-bayang rasa cemas. Struktur bangunan rumahnya tampak rawan, sementara fasilitas MCK berada di bagian depan rumah dengan kondisi yang jauh dari standar kesehatan.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

Kondisi itulah yang mendorong Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung ke lokasi pada Selasa (27/1/2026).

Farhan meninjau detail rumah warga, mengecek langsung tembok yang dinilai sudah darurat, sekaligus menyoroti perlunya perbaikan fasilitas MCK agar lebih layak dan sehat.

Farhan memastikan, perbaikan rumah Ibu Emi akan dikawal oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.

Peninjauan tersebut turut dihadiri perangkat daerah terkait, lurah, pengurus RW, serta pendamping lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Insyaallah dibantu melalui program Rutilahu. Nanti dikawal oleh dinas, lurah, dan RW,” ujar Farhan saat berdialog dengan warga.

Menurut Farhan, rumah dengan kondisi darurat seperti milik Ibu Emi harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan penghuninya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/