24 C
Makassar
3 February 2026, 5:08 AM WITA

Niat Puasa Qadha Ramadhan: Lengkap Tata Cara, Bacaan, dan Ketentuan Fidyah

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Besaran fidyah: 1 mud makanan pokok per hari

1 mud setara ± 675 gram beras

Contoh:
Jika tidak berpuasa 10 hari, maka fidyah = 10 mud (± 6,75 kg beras)

Fidyah boleh diberikan sekaligus atau bertahap, dan boleh diganti dengan uang sesuai harga makanan pokok di daerah setempat.

Mana yang Lebih Utama: Qadha atau Fidyah?

Jika masih mampu berpuasa, maka qadha adalah kewajiban utama. Fidyah hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar tidak mampu berpuasa secara permanen.

Puasa adalah ibadah langsung antara hamba dan Allah SWT, sehingga nilainya lebih utama dibanding pengganti lainnya selama masih memungkinkan.

Memahami niat puasa qadha Ramadhan bukan sekadar hafalan lafaz, tetapi juga memahami hukum, tata cara, dan keringanan yang diberikan Islam.

Jangan menunda qadha tanpa alasan, karena utang puasa adalah tanggungan yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 184)

Baca Juga: 
Swasembada Pangan Tercapai, Mentan Amran Apresiasi Peran Kepala Daerah

Semoga penjelasan ini membantu menunaikan ibadah dengan tenang, sah, dan penuh keberkahan.

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Besaran fidyah: 1 mud makanan pokok per hari

1 mud setara ± 675 gram beras

Contoh:
Jika tidak berpuasa 10 hari, maka fidyah = 10 mud (± 6,75 kg beras)

Fidyah boleh diberikan sekaligus atau bertahap, dan boleh diganti dengan uang sesuai harga makanan pokok di daerah setempat.

Mana yang Lebih Utama: Qadha atau Fidyah?

Jika masih mampu berpuasa, maka qadha adalah kewajiban utama. Fidyah hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar tidak mampu berpuasa secara permanen.

Puasa adalah ibadah langsung antara hamba dan Allah SWT, sehingga nilainya lebih utama dibanding pengganti lainnya selama masih memungkinkan.

Memahami niat puasa qadha Ramadhan bukan sekadar hafalan lafaz, tetapi juga memahami hukum, tata cara, dan keringanan yang diberikan Islam.

Jangan menunda qadha tanpa alasan, karena utang puasa adalah tanggungan yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 184)

Baca Juga: 
Menkeu Purbaya Lantik 4 Pejabat Pajak Jakarta Utara, Gantikan yang Terjerat KPK

Semoga penjelasan ini membantu menunaikan ibadah dengan tenang, sah, dan penuh keberkahan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/