24 C
Makassar
3 February 2026, 5:08 AM WITA

Niat Puasa Qadha Ramadhan: Lengkap Tata Cara, Bacaan, dan Ketentuan Fidyah

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa. Puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud No. 2454, Tirmidzi No. 730)

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”

Niat cukup dilakukan dalam hati, tidak wajib diucapkan dengan lisan. Selama sudah ada kesadaran dan tekad sebelum fajar, puasa tetap sah.

Baca Juga: 
Penggeledahan Kantor Dana Syariah Indonesia Berlangsung 16 Jam, Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Digital

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa. Puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud No. 2454, Tirmidzi No. 730)

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”

Niat cukup dilakukan dalam hati, tidak wajib diucapkan dengan lisan. Selama sudah ada kesadaran dan tekad sebelum fajar, puasa tetap sah.

Baca Juga: 
OTT KPK Seret Bupati Pati, Kekayaan Sudewo Tembus Rp31,5 Miliar

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/