Gejala virus Nipah saat ini telah berubah, termasuk demam dan pneumonia berat, serta dapat menular dari manusia ke manusia maupun dari babi ke manusia melalui kontak cairan tubuh.
“Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas,” tulis Prof Dr Yong.
“Meskipun risiko wabah saat ini rendah, wabah yang sebenarnya dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan ekonomi,” imbuhnya.
Protokol Covid-19 Kembali Dihidupkan
Meski penyebarannya disebut tidak begitu besar, pemerintah Thailand kembali mengaktifkan protokol pengendalian penyakit yang sebelumnya diterapkan selama pandemi Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus.
“Sistem penyaringan kesehatan masyarakat telah disesuaikan berdasarkan model yang kita gunakan selama wabah Covid-19 di Thailand,” ujar Perdana Menteri Anutin Charnvirakul seperti dikutip Bangkok Post.
Meski belum ada kasus Nipah di Thailand, PM Anutin menegaskan kewaspadaan harus ditingkatkan karena belum ada obat maupun vaksin untuk virus ini.
Pengunjung dari negara berisiko wajib menjalani pemeriksaan kesehatan lebih ketat.
“Masyarakat dapat menjalani kehidupan normal seperti biasa dan tetap mematuhi rutinitas kebersihan yang sudah lazim, seperti mengkonsumsi makanan yang baru dimasak, menggunakan sendok saji, sering mencuci tangan, dan menghindari berjabat tangan,” katanya.
Bangsal Isolasi dan Skrining Bandara Disiapkan
Dr. Nattapong Wongwiwat, Direktur Jenderal Ilmu Kedokteran, menyebut rumah sakit dan lembaga medis telah diperintahkan menyiapkan staf spesialis, bangsal isolasi, obat-obatan, dan persediaan medis jika terjadi wabah.

