24 C
Makassar
3 February 2026, 5:01 AM WITA

Virus Nipah Kembali Jadi Ancaman, Thailand Hidupkan Protokol Covid-19

Overview

  • Thailand tingkatkan kewaspadaan setelah virus Nipah, yang ditularkan kelelawar buah, kembali muncul di Asia Tenggara.
  • Protokol pengendalian penyakit era Covid-19 dihidupkan kembali, termasuk skrining di bandara dan persiapan bangsal isolasi.
  • Masyarakat diimbau tetap tenang dan menerapkan kebersihan rutin karena virus Nipah menular lewat cairan tubuh, bukan udara.

SulawesiPos.com – Negara tetangga Indonesia yakni Thailand kini berada dalam status risiko tinggi terkait wabah virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar buah.

Penyebaran virus ini juga sudah menyusul di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Ahli virologi dari Universitas Chulalongkorn, Yong Poovorawan, menulis di Facebook bahwa virus Nipah pertama kali muncul pada 1998–1999.

Nipah juga merupakan wabah penyakit terbesar hingga saat ini yang sebelumnya muncul di Malaysia sebelum menyebar ke Singapura.

Pada periode tersebut tercatat 265 kasus, dengan 108 korban meninggal dunia, di mana gejala awal meliputi demam tinggi dan radang otak (ensefalitis). Virus dibawa oleh kelelawar buah dan menular ke manusia melalui babi yang memakan buah terkontaminasi.

Baca Juga: 
Indonesia Finis Peringkat Dua di SEA Games 2025 Thailand, Torehkan Prestasi Terbaik dalam Beberapa Tahun Terakhir

“Virus Nipah kini juga dapat ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui buah segar atau jus, terutama jus kurma segar, dan kemudian menular antar manusia,” jelas Yong Poovorawan yang dikutip pada Senin (26/1/2026).

Overview

  • Thailand tingkatkan kewaspadaan setelah virus Nipah, yang ditularkan kelelawar buah, kembali muncul di Asia Tenggara.
  • Protokol pengendalian penyakit era Covid-19 dihidupkan kembali, termasuk skrining di bandara dan persiapan bangsal isolasi.
  • Masyarakat diimbau tetap tenang dan menerapkan kebersihan rutin karena virus Nipah menular lewat cairan tubuh, bukan udara.

SulawesiPos.com – Negara tetangga Indonesia yakni Thailand kini berada dalam status risiko tinggi terkait wabah virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar buah.

Penyebaran virus ini juga sudah menyusul di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Ahli virologi dari Universitas Chulalongkorn, Yong Poovorawan, menulis di Facebook bahwa virus Nipah pertama kali muncul pada 1998–1999.

Nipah juga merupakan wabah penyakit terbesar hingga saat ini yang sebelumnya muncul di Malaysia sebelum menyebar ke Singapura.

Pada periode tersebut tercatat 265 kasus, dengan 108 korban meninggal dunia, di mana gejala awal meliputi demam tinggi dan radang otak (ensefalitis). Virus dibawa oleh kelelawar buah dan menular ke manusia melalui babi yang memakan buah terkontaminasi.

Baca Juga: 
Kronologi Bareskrim Tangkap Bertahap 20 Tersangka Judi Online Internasional

“Virus Nipah kini juga dapat ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui buah segar atau jus, terutama jus kurma segar, dan kemudian menular antar manusia,” jelas Yong Poovorawan yang dikutip pada Senin (26/1/2026).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/