Wahana Lihong-1 Y1, yang dikenal berbiaya peluncuran rendah dan fleksibilitas tinggi, kini dipandang sebagai platform uji yang andal bagi berbagai eksperimen ilmiah suborbital di masa depan.
Benih Mawar Dan Masa Depan Ketahanan Pangan Di Luar Bumi
Selain fasilitas pencetakan logam 3D, muatan wahana juga membawa benih mawar untuk proyek riset pertanian antariksa, yang bertujuan memahami adaptasi biologis tanaman terhadap kondisi mikrogravitasi dan radiasi kosmik.
Pengembangan pertanian antariksa ini dinilai relevan bagi ketahanan pangan jangka panjang umat manusia, khususnya dalam konteks misi luar angkasa berdurasi panjang dan kolonisasi planet lain.
Wahana tersebut dirancang untuk penggunaan ulang berkali-kali, dan Wakil Kepala Perancangnya, Wang Yingcheng, menyatakan bahwa pengujian lanjutan tengah dilakukan untuk menambahkan sistem pendukung kehidupan awak dan teknologi pelolosan berkeandalan tinggi.
Menurut Wang, pengembangan ini akan memperkuat kemampuan eksperimen ilmiah suborbital berbiaya rendah sekaligus membuka peluang baru bagi wisata antariksa komersial, menandai konvergensi antara kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan aplikasi kemanusiaan di era eksplorasi ruang angkasa modern.
Pandangan Akademisi Unhas: Dari Imajinasi Ilmiah Menjadi Kenyataan Rekayasa
Dr. Muhammad Syahid Arsyad, ST., MT., Ketua Departemen Teknik Mesin Universitas Hasanuddin, dalam wawancaranya kepada SulawesiPos.com pada Senin (26/1/2026), menilai fenomena ini sebagai momen penting dalam perkembangan teknologi antariksa dunia, khususnya pada pencetakan logam 3D di lingkungan tanpa gravitasi, karena sejak lama para ilmuwan membayangkan masa depan ketika sumber daya luar angkasa seperti logam dari asteroid atau benda

Ia menegaskan bahwa meski gagasan tersebut selama ini dihadapkan pada tantangan besar dari sisi teknologi, biaya, maupun aturan internasional, kemajuan terbaru menunjukkan ide itu bergerak dari ranah imajinasi menuju kenyataan ilmiah.
Syahid juga memperkirakan kebutuhan produk manufaktur di luar angkasa akan terus meningkat karena pembangunan stasiun orbital, misi eksplorasi jarak jauh, hingga wacana pabrik dan permukiman antariksa menuntut ketersediaan komponen dan peralatan yang andal.
Menurutnya, jika seluruh kebutuhan itu harus dikirim dari Bumi maka biaya dan risikonya akan sangat tinggi sehingga kemampuan memproduksi komponen langsung di orbit menjadi solusi strategis, walau masih menghadapi kendala seperti efisiensi energi dan keselamatan proses.

