Dengan kepergian Drell, susunan dewan direksi Nvidia kini berjumlah 10 orang, termasuk CEO Jensen Huang yang tetap memegang peran sentral dalam arah perusahaan.
Berdasarkan laporan kepemilikan terakhir, Drell masih menggenggam sekitar 143.000 saham Nvidia, yang nilainya diperkirakan mencapai USD 26 juta atau sekitar Rp 436 miliar.
Dalam laporan tahunan perusahaan, ia juga tercatat menerima kompensasi sekitar USD 344.000 pada tahun sebelumnya, sebagian besar dalam bentuk penghargaan saham.
Nvidia sendiri tengah berada di puncak kejayaan. Sejak akhir 2015, harga saham perusahaan melonjak lebih dari 22.000 persen, didorong oleh ledakan permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menjadikan Nvidia sebagai perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia.
Di tengah lonjakan tersebut, Drell dilaporkan menjual sekitar 40.000 saham sepanjang tahun lalu.
Di luar Nvidia, Persis Drell dikenal luas di dunia akademik. Ia telah menjadi profesor di Stanford University sejak 2002, pernah menjabat Dekan Fakultas Teknik pada 2014–2017, serta mengemban amanah sebagai Rektor Stanford dari 2017 hingga 2023.
Sebelumnya, ia juga memimpin SLAC National Accelerator Laboratory pada periode 2007–2012.
Pengunduran diri Drell menandai transisi penting bagi Nvidia, sekaligus membuka ruang bagi langkah baru salah satu tokoh berpengaruh di persimpangan dunia teknologi dan akademik global.

