Modus penipuan yang dilaporkan pun beragam. Penipuan transaksi belanja daring mendominasi dengan sekitar 73 ribu laporan.
Selain itu, masyarakat juga banyak melaporkan panggilan palsu, penipuan investasi, lowongan kerja fiktif, hingga iming-iming hadiah.
Kiki menilai tingginya angka laporan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
OJK, kata dia, sangat mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan dan partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan scam serta pinjaman online ilegal.
Namun, di balik upaya tersebut, OJK menghadapi tantangan besar.
Salah satunya adalah lonjakan pengaduan yang mencapai sekitar 1.000 laporan per hari, angka yang disebut jauh melampaui negara lain.
“Di beberapa negara lain, laporan harian mungkin hanya 150 sampai 400. Di Indonesia bisa menembus seribu laporan per hari,” ungkapnya.
Tingginya eskalasi penipuan ini semakin diperparah oleh faktor waktu pelaporan.
Sekitar 80 persen laporan baru masuk lebih dari 12 jam setelah kejadian, sementara dalam praktiknya dana hasil penipuan dapat berpindah tangan dalam waktu kurang dari satu jam.
“Kesenjangan waktu ini sangat menentukan apakah dana korban masih bisa diselamatkan atau sudah lenyap,” jelas Kiki.

