SulawesiPos.com – Setelah sekian lama Presiden Indonesia absen dari panggung utama pertemuan tahunan para pemimpin dunia, Presiden Prabowo Subianto hari ini, Kamis (22/1/2026), dijadwalkan menyampaikan pidato kunci (keynote speech) dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Momentum ini menjadi titik balik diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkenalkan konsep pemikiran ekonomi orisinal sang Presiden ke mata dunia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa inti dari pidato Presiden adalah memaparkan konsep Prabowonomics.
Konsep ini merupakan sintesis dari pemikiran ekonomi yang telah ia gagas jauh sebelum menjabat, serta hasil nyata yang telah dicapai pemerintah dalam satu tahun kepemimpinannya.
“Intinya, beliau akan berbicara mengenai konsep pemikiran ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah diterapkan, baik sebelum menjadi Presiden maupun sejak menjabat hingga sekarang. Itu beliau sebut dengan Prabowonomics, jadi Anda lihat saja besok,” tegas Teddy di London menjelang keberangkatan ke Swiss.
Kehadiran Presiden Prabowo di Davos menempatkan Indonesia kembali di posisi strategis.
Berdasarkan jadwal resmi WEF, Presiden dijadwalkan menyampaikan special address bersama deretan tokoh dunia lainnya seperti Presiden AS Donald J. Trump, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, hingga Sekjen PBB António Guterres.
Selain berpidato di hadapan 61 kepala negara, Presiden juga akan melakukan dialog strategis dengan lebih dari 1.000 peserta, termasuk para CEO perusahaan global untuk menjaring investasi yang mendukung transformasi ekonomi nasional di tahun 2026.
Sebelumnya, Presiden Prabowo terlebih dahulu merampungkan kunjungan bilateral di London.
Ia bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer guna membahas kerja sama strategis di bidang maritim dan ekonomi.

