24 C
Makassar
3 February 2026, 9:25 AM WITA

Anjing Pelacak Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Overview

  • Upaya pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus diintensifkan.
  • Medan ekstrem berupa hutan lebat, jurang terjal, serta cuaca yang tidak menentu membuat proses evakuasi berjalan sulit. U
  • ntuk mempercepat penemuan korban, tim SAR gabungan mengerahkan anjing pelacak (K9) yang dilatih khusus mendeteksi keberadaan manusia di area bencana.
  • Kehadiran unit K9 diharapkan mampu membantu tim menemukan titik-titik keberadaan korban yang sulit dijangkau secara visual, sekaligus meningkatkan efektivitas pencarian di kawasan pegunungan karst tersebut.

SulawesiPos.com – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus memaksimalkan berbagai metode dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menurunkan anjing pelacak untuk membantu menyisir area yang sulit dijangkau personel.

Anjing pelacak tersebut dikerahkan untuk mendeteksi jejak bau manusia di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

Medan Gunung Bulusaraung yang dikenal curam, dipenuhi bebatuan karst, serta vegetasi rapat menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat yang bergerak secara manual.

Baca Juga: 
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Tiba di RS Bhayangkara Makassar

Menurut tim SAR, penggunaan K9 dinilai efektif dalam operasi pencarian di wilayah pegunungan dan hutan, terutama ketika visibilitas terbatas dan jalur evakuasi tidak memungkinkan penggunaan alat berat.

Anjing pelacak mampu menelusuri area lebih cepat dan memberikan sinyal awal kepada tim jika terdeteksi keberadaan korban.

Selain K9, operasi pencarian juga melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat yang memahami kondisi medan.

Tim dibagi ke dalam beberapa sektor pencarian dengan fokus pada jalur-jalur yang berpotensi menjadi lokasi korban maupun puing pesawat.

Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan personel.

Tim SAR memastikan operasi akan dilanjutkan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sembari menunggu perkembangan cuaca yang sangat memengaruhi jalannya evakuasi.

Overview

  • Upaya pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus diintensifkan.
  • Medan ekstrem berupa hutan lebat, jurang terjal, serta cuaca yang tidak menentu membuat proses evakuasi berjalan sulit. U
  • ntuk mempercepat penemuan korban, tim SAR gabungan mengerahkan anjing pelacak (K9) yang dilatih khusus mendeteksi keberadaan manusia di area bencana.
  • Kehadiran unit K9 diharapkan mampu membantu tim menemukan titik-titik keberadaan korban yang sulit dijangkau secara visual, sekaligus meningkatkan efektivitas pencarian di kawasan pegunungan karst tersebut.

SulawesiPos.com – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus memaksimalkan berbagai metode dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menurunkan anjing pelacak untuk membantu menyisir area yang sulit dijangkau personel.

Anjing pelacak tersebut dikerahkan untuk mendeteksi jejak bau manusia di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

Medan Gunung Bulusaraung yang dikenal curam, dipenuhi bebatuan karst, serta vegetasi rapat menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat yang bergerak secara manual.

Baca Juga: 
Preservasi Jalan Paket IV Digenjot, Ruas Impa-Impa–Anabanua Ditarget Selesai Pertengahan Maret

Menurut tim SAR, penggunaan K9 dinilai efektif dalam operasi pencarian di wilayah pegunungan dan hutan, terutama ketika visibilitas terbatas dan jalur evakuasi tidak memungkinkan penggunaan alat berat.

Anjing pelacak mampu menelusuri area lebih cepat dan memberikan sinyal awal kepada tim jika terdeteksi keberadaan korban.

Selain K9, operasi pencarian juga melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat yang memahami kondisi medan.

Tim dibagi ke dalam beberapa sektor pencarian dengan fokus pada jalur-jalur yang berpotensi menjadi lokasi korban maupun puing pesawat.

Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan personel.

Tim SAR memastikan operasi akan dilanjutkan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sembari menunggu perkembangan cuaca yang sangat memengaruhi jalannya evakuasi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/