24 C
Makassar
3 February 2026, 3:19 AM WITA

Presiden Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Bangun 10 Kampus di Indonesia

Overview:

  • Presiden Prabowo ingin membangun 10 universitas baru berstandar dunia di Indonesia
  • Fokus utama kampus baru ini nantinya akan menyasar bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
  • Harapannya kampus baru ini mulai beroperasi tahun 2028

SulawesiPos.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan langkah agresif dalam mereformasi kualitas sumber daya manusia nasional dengan mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris membangun 10 universitas baru di Indonesia.

Ajakan strategis ini disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Presiden menekankan bahwa percepatan kualitas pendidikan adalah kunci utama agar Indonesia bisa sederajat dengan negara terbaik di dunia.

“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Presiden Prabowo kepada media usai acara.

Salah satu urgensi utama dari pembangunan 10 universitas ini adalah untuk menambal kekurangan tenaga medis yang sangat signifikan.

Presiden mencatat Indonesia saat ini kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara kapasitas lulusan nasional hanya mencapai 9 ribu orang per tahun.

Baca Juga: 
Terdepan Salurkan Bantuan Pangan, Masyarakat Aceh Sampaikan Terima Kasih kepada Mentan Amran

“Jadi, entah berapa tahun lagi baru tercapai 140 ribu dokter, dan pada saat itu semakin banyak dokter yang akan pensiun. Ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” tegasnya.

Fokus utama kampus baru ini nantinya akan menyasar bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.

Presiden Prabowo memastikan bahwa 10 universitas ini akan beroperasi dengan standar pendidikan tertinggi dari Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, dan menjalin kerja sama dengan British Council untuk penerapan standar IELTS.

Mahasiswa yang diterima nantinya adalah lulusan-lulusan terbaik yang akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris. Mahasiswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan,” imbuhnya.

Rencana ini tidak hanya berhenti pada ruang kelas.

Di setiap kampus, pemerintah akan membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional.

Langkah ini diprediksi mampu menghemat devisa negara hingga USD6 miliar (sekitar Rp94 triliun) per tahun karena berkurangnya minat masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

Baca Juga: 
Guru Dikeroyok Siswa di Jambi, Politisi Nasdem Sebut Ini Tamparan Keras dan Krisis Adab yang Parah

Pemerintah juga membuka pintu lebar bagi dosen dan profesor asing melalui skema visiting professor.

Presiden menjamin keamanan dan kualitas hidup di kawasan kampus agar menarik bagi tenaga pengajar internasional untuk menetap di Indonesia.

“Pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama mahasiswa di Indonesia. Rencananya adalah membangun sebuah kawasan universitas yang menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan,” pungkas Presiden dengan optimistis.

Overview:

  • Presiden Prabowo ingin membangun 10 universitas baru berstandar dunia di Indonesia
  • Fokus utama kampus baru ini nantinya akan menyasar bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
  • Harapannya kampus baru ini mulai beroperasi tahun 2028

SulawesiPos.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan langkah agresif dalam mereformasi kualitas sumber daya manusia nasional dengan mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris membangun 10 universitas baru di Indonesia.

Ajakan strategis ini disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Presiden menekankan bahwa percepatan kualitas pendidikan adalah kunci utama agar Indonesia bisa sederajat dengan negara terbaik di dunia.

“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Presiden Prabowo kepada media usai acara.

Salah satu urgensi utama dari pembangunan 10 universitas ini adalah untuk menambal kekurangan tenaga medis yang sangat signifikan.

Presiden mencatat Indonesia saat ini kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara kapasitas lulusan nasional hanya mencapai 9 ribu orang per tahun.

Baca Juga: 
Registrasi Akun SNPMB 2026 Dibuka Hari Ini, Berikut Tahapan Registrasi Akunnya

“Jadi, entah berapa tahun lagi baru tercapai 140 ribu dokter, dan pada saat itu semakin banyak dokter yang akan pensiun. Ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” tegasnya.

Fokus utama kampus baru ini nantinya akan menyasar bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.

Presiden Prabowo memastikan bahwa 10 universitas ini akan beroperasi dengan standar pendidikan tertinggi dari Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, dan menjalin kerja sama dengan British Council untuk penerapan standar IELTS.

Mahasiswa yang diterima nantinya adalah lulusan-lulusan terbaik yang akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris. Mahasiswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan,” imbuhnya.

Rencana ini tidak hanya berhenti pada ruang kelas.

Di setiap kampus, pemerintah akan membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional.

Langkah ini diprediksi mampu menghemat devisa negara hingga USD6 miliar (sekitar Rp94 triliun) per tahun karena berkurangnya minat masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

Baca Juga: 
Terdepan Salurkan Bantuan Pangan, Masyarakat Aceh Sampaikan Terima Kasih kepada Mentan Amran

Pemerintah juga membuka pintu lebar bagi dosen dan profesor asing melalui skema visiting professor.

Presiden menjamin keamanan dan kualitas hidup di kawasan kampus agar menarik bagi tenaga pengajar internasional untuk menetap di Indonesia.

“Pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama mahasiswa di Indonesia. Rencananya adalah membangun sebuah kawasan universitas yang menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan,” pungkas Presiden dengan optimistis.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/