Pengalaman tersebut, menurut Manohara, tidak berhenti pada tekanan psikologis semata.
Ia mengaku dipaksa menjalani berbagai praktik ritual yang meninggalkan trauma berkepanjangan.
“Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini traumatis dan terus membekas dalam diri saya hingga dewasa,” tambah dia.
Bukan Agama, Tapi Pelecehan
Manohara juga menegaskan bahwa apa yang ia alami tidak ada kaitannya dengan ajaran agama tertentu.
Ia merasa perlu meluruskan persepsi publik agar tidak muncul kesalahpahaman.
“Saya ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam. Saya punya banyak teman Muslim, dan mereka tidak mempraktikkan atau mempercayai apa yang ia lakukan. Ini pelecehan, bukan agama.”
Ia mengungkapkan bahwa hubungan yang selama ini terlihat harmonis di mata publik hanyalah tampilan luar.
Di balik itu, ia mengaku mengalami tekanan emosional dan psikologis dalam jangka panjang, bahkan disertai kekerasan fisik dan manipulasi sejak usia remaja.
Seiring bertambahnya usia dan kemandirian, Manohara menyebut dirinya perlahan mampu mengambil kembali kendali atas hidupnya.

