24 C
Makassar
3 February 2026, 6:42 AM WITA

Indonesia dan Inggris Luncurkan Kemitraan di Bidang Energi Bersih dan Ekonomi Digital

Overview:

  • Indonesia dan Inggris meluncurkan kemitraan pertumbuhan ekonomi dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Inggris
  • Penandatanganan Perjanjian ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle.
  • Perjanjian kemitraan ini mencakup kerja sama di bidang energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan

SulawesiPos.com – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth Partnership) dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di London, Senin (19/1/2026) waktu setempat.

Kesepakatan ini menjadi tonggak sejarah baru untuk mempererat hubungan bilateral melalui kerja sama di berbagai sektor strategis yang bersifat dua arah.

Penandatanganan kemitraan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle.

Kerja sama ini dirancang untuk mendorong arus investasi yang lebih besar serta memfasilitasi dunia usaha di kedua negara.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey yang hadir dalam acara peluncuran tersebut, menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan lompatan besar bagi hubungan perdagangan kedua negara.

Baca Juga: 
Inggris Terlibat dalam Operasi AS Menyita Tanker Berbendera Rusia di Atlantik Utara

Fokus kemitraan ini tidak hanya pada perdagangan konvensional, tetapi juga menyasar sektor masa depan.

“Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” ujar Jermey.

Selain investasi sektor hijau, kemitraan ini secara spesifik berkomitmen untuk mempermudah akses pasar bagi para pelaku usaha.

Inggris dan Indonesia sepakat untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan nontarif yang selama ini sering menghambat mobilitas barang dan jasa.

“Kemitraan ini memperkuat komitmen dua negara untuk bekerja sama mengatasi hambatan nontarif, mendukung pelaku ekspor, serta mendorong investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar,” tambah Jermey.

Overview:

  • Indonesia dan Inggris meluncurkan kemitraan pertumbuhan ekonomi dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Inggris
  • Penandatanganan Perjanjian ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle.
  • Perjanjian kemitraan ini mencakup kerja sama di bidang energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan

SulawesiPos.com – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth Partnership) dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di London, Senin (19/1/2026) waktu setempat.

Kesepakatan ini menjadi tonggak sejarah baru untuk mempererat hubungan bilateral melalui kerja sama di berbagai sektor strategis yang bersifat dua arah.

Penandatanganan kemitraan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle.

Kerja sama ini dirancang untuk mendorong arus investasi yang lebih besar serta memfasilitasi dunia usaha di kedua negara.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey yang hadir dalam acara peluncuran tersebut, menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan lompatan besar bagi hubungan perdagangan kedua negara.

Baca Juga: 
Polda Metro Jaya Ajukan Pencegahan Ke Luar Negeri Terhadap Tersangka Korupsi Indah Megahwati

Fokus kemitraan ini tidak hanya pada perdagangan konvensional, tetapi juga menyasar sektor masa depan.

“Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” ujar Jermey.

Selain investasi sektor hijau, kemitraan ini secara spesifik berkomitmen untuk mempermudah akses pasar bagi para pelaku usaha.

Inggris dan Indonesia sepakat untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan nontarif yang selama ini sering menghambat mobilitas barang dan jasa.

“Kemitraan ini memperkuat komitmen dua negara untuk bekerja sama mengatasi hambatan nontarif, mendukung pelaku ekspor, serta mendorong investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar,” tambah Jermey.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/