Overview
SulawesiPos.com – Serial animasi Nussa Rara yang pernah menjadi ikon tontonan anak bernuansa Islami kembali ramai dibicarakan.
Namun kali ini, sorotan publik tidak tertuju pada pesan moral atau prestasinya, melainkan pada kisah kelam di balik layar yang menyeret nama para pendirinya.
Kabar mengenai dugaan perselingkuhan dan konflik internal perusahaan memantik perbincangan luas di media sosial.
Isu tersebut dinilai ikut memengaruhi citra Nussa Rara, animasi yang selama ini identik dengan nilai edukasi dan religi.
Isu bermula dari unggahan akun media sosial yang mengaitkan kesuksesan besar Nussa Rara dengan konflik personal dan bisnis yang disebut terjadi di internal perusahaan pengembangnya, The Little Giantz, bersama 4Stripe Productions.
Nussa Rara sempat mencapai puncak popularitas, bahkan melahirkan film layar lebar yang tayang di bioskop.
Namun, serial animasinya berhenti tayang pada 2021, memunculkan tanda tanya besar di kalangan penggemar.
Saat itu, Ustaz Felix Siauw yang terlibat sebagai konsultan proyek menyebut pandemi Covid-19 sebagai penyebab utama.
Ia menjelaskan, sejak April 2020 perusahaan mulai terdampak serius, termasuk keputusan memangkas hingga 70 persen karyawan dan berpindah ke kantor yang lebih kecil demi bertahan.
Situasi kian memburuk hingga Oktober 2020. Felix mengungkapkan bahwa tim telah bekerja melampaui batas kemampuan mereka untuk mempertahankan produksi.
“Bulan Oktober, temen-temen Nussa ngobrol lagi, ‘This is it,’ kata mereka. Mereka sudah buat lebih dari kemampuan mereka, memeras habis apapun yang mereka punya,” tulis Felix di media sosial, dikutip Selasa (20/1/2026).
Lima tahun setelah Nussa Rara berhenti tayang, kisah lama itu kembali mencuat dengan narasi yang jauh lebih personal.
Sebuah unggahan viral dari akun Thread @oishi_tv menyinggung dugaan perselingkuhan yang melibatkan sosok penting di balik animasi tersebut, sekaligus konflik kepemilikan perusahaan.
“Lom kelar Jule, inara, muncul oreli, eh bumi gonjang ganjing gempa susulan, trnyt dibalik animasi Nussa Rarra yg populer di Indo juga gak lepas dr WIL (Wanita Idaman Lain) org dibalik layarnya. Akun channel yang dibangun 2018, total 5 milyar lebih tayangan, itung sendiri monetisasinya brp,” tulis akun itu.
“Dmn yang lain kebeli aset mewah, ini malah jatuh kejurang utang. Harta, tahta, wanita itu nyata ya gaes ya..,” lanjutnya.
Unggahan tersebut menyoroti besarnya potensi monetisasi Nussa Rara sejak berdiri pada 2018 dengan total tayangan yang menembus lebih dari lima miliar.
Namun, alih-alih menikmati hasil kesuksesan, salah satu pendirinya justru disebut terjerat konflik pribadi, utang, dan kehilangan kendali atas perusahaan.
Tak lama setelah isu itu viral, Annisa Hadiyanti, salah satu founder Nussa Rara, muncul ke publik dan membenarkan sebagian kabar tersebut.
Ia mengaku menjadi korban perselingkuhan sekaligus dikeluarkan dari perusahaan yang ikut ia bangun.
“Makasih juga semua yang udah up case aku dan kasih dukungannya ya. It means a lot,” tulis Annisa pada Rabu (14/1/2026).
Dalam unggahan lanjutan, Annisa mengungkapkan kekecewaannya karena akses komunikasi hingga emailnya diblokir.
Ia juga mengaku telah mencoba berdamai dan menawarkan solusi mencari investor agar Nussa bisa kembali berjalan.
“Iya akupun sedih pas tahu dijual, padahal aku udah pernah istilahnya berdamai sama orang-orang yang ngusir aku dari perusahaan aku sendiri… Pokoknya masih banyak kisah ke zalimannya, nanti aku update lagi di IG,” tulisnya.
Annisa Hadiyanti mendirikan The Little Giantz bersama suaminya saat itu, Aditya Triantoro, yang menjabat sebagai CEO dan Co-Founder.
Dari studio inilah IP animasi Nussa lahir dan berkembang pesat, namun hubungan rumah tangga keduanya berakhir dengan perceraian.
Annisa menyebut perpisahan itu dipicu oleh dugaan adanya wanita idaman lain yang kemudian berdampak langsung pada posisinya di perusahaan.
“Karena ada masalah WIL saya diceraikan, lalu yang paling parah saya dikeluarkan dari perusahaan saya sendiri dengan alasan yang tidak jelas yaitu tidak pernah kerja selama kurang lebih 7 tahun,” tulis Annisa, membantah tudingan tersebut dengan logika perannya dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Sementara itu, Aditya Triantoro masih aktif di media sosial melalui akun Instagram @adittoro, dengan konten seputar karya animasi dan proses kreatif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi darinya terkait dugaan perselingkuhan maupun konflik internal perusahaan Nussa Rara.
Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan sebuah karya besar, konflik personal dan bisnis dapat meninggalkan luka panjang, bahkan mengubah arah sebuah IP yang pernah dicintai jutaan penonton.