Namun, serial animasinya berhenti tayang pada 2021, memunculkan tanda tanya besar di kalangan penggemar.
Saat itu, Ustaz Felix Siauw yang terlibat sebagai konsultan proyek menyebut pandemi Covid-19 sebagai penyebab utama.
Ia menjelaskan, sejak April 2020 perusahaan mulai terdampak serius, termasuk keputusan memangkas hingga 70 persen karyawan dan berpindah ke kantor yang lebih kecil demi bertahan.
Situasi kian memburuk hingga Oktober 2020. Felix mengungkapkan bahwa tim telah bekerja melampaui batas kemampuan mereka untuk mempertahankan produksi.
“Bulan Oktober, temen-temen Nussa ngobrol lagi, ‘This is it,’ kata mereka. Mereka sudah buat lebih dari kemampuan mereka, memeras habis apapun yang mereka punya,” tulis Felix di media sosial, dikutip Selasa (20/1/2026).
Dugaan Perselingkuhan dan Pengakuan Pendiri
Lima tahun setelah Nussa Rara berhenti tayang, kisah lama itu kembali mencuat dengan narasi yang jauh lebih personal.
Sebuah unggahan viral dari akun Thread @oishi_tv menyinggung dugaan perselingkuhan yang melibatkan sosok penting di balik animasi tersebut, sekaligus konflik kepemilikan perusahaan.
“Lom kelar Jule, inara, muncul oreli, eh bumi gonjang ganjing gempa susulan, trnyt dibalik animasi Nussa Rarra yg populer di Indo juga gak lepas dr WIL (Wanita Idaman Lain) org dibalik layarnya. Akun channel yang dibangun 2018, total 5 milyar lebih tayangan, itung sendiri monetisasinya brp,” tulis akun itu.
“Dmn yang lain kebeli aset mewah, ini malah jatuh kejurang utang. Harta, tahta, wanita itu nyata ya gaes ya..,” lanjutnya.

