24 C
Makassar
18 January 2026, 20:09 PM WITA

Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung, Menko AHY Minta Investigasi Mendalam

Overview:

  • Menko AHY menyampaikan duka cita atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung yang membawa 10 awak.
  • Pemerintah belum menyimpulkan penyebab kecelakaan dan masih mendalami kemungkinan faktor cuaca atau teknis.
  • KNKT menyebut pesawat hancur berkeping-keping akibat benturan dan ledakan di lereng gunung.

SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pesawat yang membawa 11 awak tersebut dilaporkan hancur setelah mengalami benturan keras pada Sabtu (17/1/2026).

Menko AHY menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan.

Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan apakah tragedi ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem atau kendala teknis pada pesawat.

“Kalau tadi lihat dokumentasinya, videonya, itu memang gunung-gunung. Sehingga kita masih perlu investigasi penyebab utamanya apa,” ujar AHY di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengonfirmasi bahwa pesawat mengalami ledakan hebat saat menghantam lereng gunung hingga menjadi serpihan.

Baca Juga: 
PPJI Sinergi Dinkes Makassar, Dorong Standar Keamanan Pangan Demi Zero Accident MBG Makassar

Berdasarkan data awal, KNKT menemukan indikasi bahwa pesawat sebenarnya masih dalam kondisi terkendali oleh pilot sebelum benturan terjadi.

Namun, terdapat faktor tertentu yang masih misterius yang menyebabkan pesawat tetap menabrak medan pegunungan tersebut.

Soerjanto menekankan bahwa timnya masih bekerja di tahap awal pengumpulan data.

“Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung. Penyebabnya belum, masih terlalu dini,” tegas Soerjanto.

Overview:

  • Menko AHY menyampaikan duka cita atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung yang membawa 10 awak.
  • Pemerintah belum menyimpulkan penyebab kecelakaan dan masih mendalami kemungkinan faktor cuaca atau teknis.
  • KNKT menyebut pesawat hancur berkeping-keping akibat benturan dan ledakan di lereng gunung.

SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pesawat yang membawa 11 awak tersebut dilaporkan hancur setelah mengalami benturan keras pada Sabtu (17/1/2026).

Menko AHY menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan.

Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan apakah tragedi ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem atau kendala teknis pada pesawat.

“Kalau tadi lihat dokumentasinya, videonya, itu memang gunung-gunung. Sehingga kita masih perlu investigasi penyebab utamanya apa,” ujar AHY di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengonfirmasi bahwa pesawat mengalami ledakan hebat saat menghantam lereng gunung hingga menjadi serpihan.

Baca Juga: 
Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Dilanjutkan Minggu Dini Hari, Tim Dibagi ke Sejumlah Sektor

Berdasarkan data awal, KNKT menemukan indikasi bahwa pesawat sebenarnya masih dalam kondisi terkendali oleh pilot sebelum benturan terjadi.

Namun, terdapat faktor tertentu yang masih misterius yang menyebabkan pesawat tetap menabrak medan pegunungan tersebut.

Soerjanto menekankan bahwa timnya masih bekerja di tahap awal pengumpulan data.

“Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung. Penyebabnya belum, masih terlalu dini,” tegas Soerjanto.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/