Eggi Sudjana Langsung Terbang ke Luar Negeri Usai Kasusnya Dihentikan

Overview:

  • Eggy Sudjana berangkat ke luar negeri untuk berobat setelah kasusnya dihentikan oleh Polda Metro Jaya.
  • Keberangkatannya ke luar negeri terkait penyakit kanker stadium empat yang diderita.
  • Sebelumnya Eggi Sudjana menemui Jokowi untuk membahas restorative justice dan jujur tentang kondisi kesehatannya.

SulawesiPos.com – Eggi Sudjana dilaporkan telah berangkat ke luar negeri, Jumat (16/1/2026) untuk menjalani perawatan medis intensif.

Keberangkatan ini dilakukan hanya sehari setelah Polda Metro Jaya secara resmi menghentikan kasus dugaan penyebaran berita bohong ijazah palsu yang menjerat dirinya.

Kuasa hukum Eggi, Elida Netty mengungkapkan bahwa kliennya saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker stadium empat.

Kondisi kesehatan yang memburuk ini menjadi salah satu alasan kuat di balik percepatan pengurusan Restorative Justice (RJ).

“Bang Eggi menderita kanker stadium empat. Beliau harus menjalani perawatan rutin hingga ke luar negeri,” ungkap Elida, Jumat (16/1/2026).

Menurut Elida, dalam pertemuan dengan Jokowi di Solo beberapa waktu lalu, Eggi telah menjelaskan kondisi fisiknya secara jujur.

BACA JUGA:  Jokowi Dukung PSI untuk Menang Pemilu 2029, Bos PPI Adi Prayitno: Kuncinya Kerja Lapangan

Hal ini menjadi pertimbangan kemanusiaan bagi Jokowi untuk memberikan perdamaian.

Seharusnya, Eggi sudah berangkat berobat pada 10 Januari lalu, namun tertunda karena proses hukum yang belum tuntas.

Selain alasan kesehatan, Elida memaparkan lima poin keberatan yang membuat kasus ini layak dihentikan.

Di antaranya adalah status Eggi sebagai pengacara yang sedang bertugas, dirinya yang belum sempat diperiksa dalam BAP, serta posisinya sebagai pelapor.

Kini, dengan terbitnya SP3, Eggi dapat fokus sepenuhnya pada pengobatan kankernya tanpa beban status tersangka.

Selain itu, ia juga membantah tuduhan kliennya menerima sejumlah uang dari Jokowi.

“Kalau kita bawa uang Rp100 miliar pakai helikopter, jatuh itu helikopter. Pakai tronton pun, berapa tronton yang harus disiapkan? Itu bukan uang kecil,” ujar Elida.

Elida menambahkan, jika uang tersebut diberikan melalui transfer, maka sistem pengawasan seperti KPK pasti akan mendeteksinya.

Hingga saat ini, pihak Eggi mengaku justru mengeluarkan banyak biaya materiil untuk menyelesaikan kasus hukum ini.

BACA JUGA:  Gara-Gara Mesin Cuci Berujung Pukul Ipar, Pria di Sinjai Bebas Lewat Keadilan Restoratif

“Alhamdulillah Rp1.000 perak kami tidak bawa apa pun dari tempat Pak Jokowi,” tambahnya.

Pihak kuasa hukum menyayangkan adanya tuduhan tersebut dan meminta masyarakat untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan rumor.

Overview:

  • Eggy Sudjana berangkat ke luar negeri untuk berobat setelah kasusnya dihentikan oleh Polda Metro Jaya.
  • Keberangkatannya ke luar negeri terkait penyakit kanker stadium empat yang diderita.
  • Sebelumnya Eggi Sudjana menemui Jokowi untuk membahas restorative justice dan jujur tentang kondisi kesehatannya.

SulawesiPos.com – Eggi Sudjana dilaporkan telah berangkat ke luar negeri, Jumat (16/1/2026) untuk menjalani perawatan medis intensif.

Keberangkatan ini dilakukan hanya sehari setelah Polda Metro Jaya secara resmi menghentikan kasus dugaan penyebaran berita bohong ijazah palsu yang menjerat dirinya.

Kuasa hukum Eggi, Elida Netty mengungkapkan bahwa kliennya saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker stadium empat.

Kondisi kesehatan yang memburuk ini menjadi salah satu alasan kuat di balik percepatan pengurusan Restorative Justice (RJ).

“Bang Eggi menderita kanker stadium empat. Beliau harus menjalani perawatan rutin hingga ke luar negeri,” ungkap Elida, Jumat (16/1/2026).

Menurut Elida, dalam pertemuan dengan Jokowi di Solo beberapa waktu lalu, Eggi telah menjelaskan kondisi fisiknya secara jujur.

BACA JUGA:  Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Menteri Baik dan Pekerja Keras

Hal ini menjadi pertimbangan kemanusiaan bagi Jokowi untuk memberikan perdamaian.

Seharusnya, Eggi sudah berangkat berobat pada 10 Januari lalu, namun tertunda karena proses hukum yang belum tuntas.

Selain alasan kesehatan, Elida memaparkan lima poin keberatan yang membuat kasus ini layak dihentikan.

Di antaranya adalah status Eggi sebagai pengacara yang sedang bertugas, dirinya yang belum sempat diperiksa dalam BAP, serta posisinya sebagai pelapor.

Kini, dengan terbitnya SP3, Eggi dapat fokus sepenuhnya pada pengobatan kankernya tanpa beban status tersangka.

Selain itu, ia juga membantah tuduhan kliennya menerima sejumlah uang dari Jokowi.

“Kalau kita bawa uang Rp100 miliar pakai helikopter, jatuh itu helikopter. Pakai tronton pun, berapa tronton yang harus disiapkan? Itu bukan uang kecil,” ujar Elida.

Elida menambahkan, jika uang tersebut diberikan melalui transfer, maka sistem pengawasan seperti KPK pasti akan mendeteksinya.

Hingga saat ini, pihak Eggi mengaku justru mengeluarkan banyak biaya materiil untuk menyelesaikan kasus hukum ini.

BACA JUGA:  Jokowi Dukung PSI untuk Menang Pemilu 2029, Bos PPI Adi Prayitno: Kuncinya Kerja Lapangan

“Alhamdulillah Rp1.000 perak kami tidak bawa apa pun dari tempat Pak Jokowi,” tambahnya.

Pihak kuasa hukum menyayangkan adanya tuduhan tersebut dan meminta masyarakat untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan rumor.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru