27 C
Makassar
18 January 2026, 17:35 PM WITA

Penemuan Mumi Macan Tutul Langka di Arab Saudi

Temuan ini dianggap sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya karena bangkai mamalia besar biasanya jarang sekali terhindar dari pemangsa atau pembusukan hingga mencapai tingkat pengawetan seperti ini.

Ahmed Boug dari Pusat Satwa Liar Nasional Arab Saudi menyatakan bahwa bukti utuh mengenai keberadaan macan tutul di bagian dunia ini belum memiliki preseden sebelumnya dalam catatan sejarah.

Meskipun macan tutul pernah berkelana di sebagian besar Afrika dan Asia, populasi mereka kini menyusut drastis dan tidak terlihat lagi di Semenanjung Arab selama beberapa dekade terakhir akibat perburuan dan hilangnya habitat.

Untuk pertama kalinya pada kucing besar yang terawetkan alami, para ilmuwan berhasil melakukan analisis genetika dan menemukan kemiripan kuat antara mumi tersebut dengan macan tutul modern dari Asia dan Afrika Barat Laut.

Informasi genetik yang berharga ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi upaya konservasi di masa depan untuk memperkenalkan kembali kucing besar ini ke habitat asal mereka yang kini telah kosong. (ali)

Baca Juga: 
Raksasa Tambang Ma'aden Temukan Cadangan Emas Masif di Jantung Arab Saudi

Temuan ini dianggap sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya karena bangkai mamalia besar biasanya jarang sekali terhindar dari pemangsa atau pembusukan hingga mencapai tingkat pengawetan seperti ini.

Ahmed Boug dari Pusat Satwa Liar Nasional Arab Saudi menyatakan bahwa bukti utuh mengenai keberadaan macan tutul di bagian dunia ini belum memiliki preseden sebelumnya dalam catatan sejarah.

Meskipun macan tutul pernah berkelana di sebagian besar Afrika dan Asia, populasi mereka kini menyusut drastis dan tidak terlihat lagi di Semenanjung Arab selama beberapa dekade terakhir akibat perburuan dan hilangnya habitat.

Untuk pertama kalinya pada kucing besar yang terawetkan alami, para ilmuwan berhasil melakukan analisis genetika dan menemukan kemiripan kuat antara mumi tersebut dengan macan tutul modern dari Asia dan Afrika Barat Laut.

Informasi genetik yang berharga ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi upaya konservasi di masa depan untuk memperkenalkan kembali kucing besar ini ke habitat asal mereka yang kini telah kosong. (ali)

Baca Juga: 
Jadwal Puasa dan Lebaran 2026: Versi Muhammadiyah, NU, dan Perkiraan Pemerintah

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/