30 C
Makassar
18 January 2026, 15:55 PM WITA

Penemuan Mumi Macan Tutul Langka di Arab Saudi

Overview

  • Ilmuwan menemukan tujuh mumi dan 54 kerangka macan tutul di gua wilayah utara Arab Saudi, dengan usia hingga 1.800 tahun.
  • Kondisi gua yang kering dan stabil memungkinkan terjadinya proses mummifikasi alami pada kucing besar tersebut.
  • Analisis genetika membuka peluang baru bagi upaya konservasi dan reintroduksi macan tutul di Semenanjung Arab.

SulawesiPos.com – Para ilmuwan baru saja mengumumkan penemuan luar biasa berupa sisa-sisa mumi macan tutul (cheetah) dari gua-gua di wilayah utara Arab Saudi.

Laporan yang diterbitkan oleh Associated Press pada 16 Januari 2026 ini merinci penemuan tujuh mumi bersama 54 kerangka macan tutul lainnya di sebuah situs dekat kota Arar.

Sisa-sisa mumi tersebut diperkirakan berusia mulai dari 130 tahun hingga lebih dari 1.800 tahun, yang memberikan gambaran rentang waktu keberadaan predator ini di semenanjung tersebut.

Mumi-mumi kucing besar ini ditemukan dalam kondisi anggota tubuh yang mengkerut dan mata yang tampak keruh, menyerupai sekam kering yang terawetkan secara alami.

Sisa-sisa mumi seekor cheetah. (Kredit: Ahmed Boug/Communications Earth and Environment/AP).
Sisa-sisa mumi seekor cheetah. (Kredit: Ahmed Boug/Communications Earth and Environment/AP).

Kondisi gua yang sangat kering dengan suhu yang stabil diyakini menjadi faktor utama yang memungkinkan terjadinya proses mummifikasi alami, menurut studi yang dirilis dalam jurnal Communications Earth and Environment.

Baca Juga: 
Taman Nasional Bantimurung, Negeri Kupu-Kupu dan Karst Megah di Maros Sulsel

Peneliti berspekulasi bahwa gua tersebut kemungkinan besar merupakan situs sarang tempat para induk macan tutul melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka di masa lalu.

Overview

  • Ilmuwan menemukan tujuh mumi dan 54 kerangka macan tutul di gua wilayah utara Arab Saudi, dengan usia hingga 1.800 tahun.
  • Kondisi gua yang kering dan stabil memungkinkan terjadinya proses mummifikasi alami pada kucing besar tersebut.
  • Analisis genetika membuka peluang baru bagi upaya konservasi dan reintroduksi macan tutul di Semenanjung Arab.

SulawesiPos.com – Para ilmuwan baru saja mengumumkan penemuan luar biasa berupa sisa-sisa mumi macan tutul (cheetah) dari gua-gua di wilayah utara Arab Saudi.

Laporan yang diterbitkan oleh Associated Press pada 16 Januari 2026 ini merinci penemuan tujuh mumi bersama 54 kerangka macan tutul lainnya di sebuah situs dekat kota Arar.

Sisa-sisa mumi tersebut diperkirakan berusia mulai dari 130 tahun hingga lebih dari 1.800 tahun, yang memberikan gambaran rentang waktu keberadaan predator ini di semenanjung tersebut.

Mumi-mumi kucing besar ini ditemukan dalam kondisi anggota tubuh yang mengkerut dan mata yang tampak keruh, menyerupai sekam kering yang terawetkan secara alami.

Sisa-sisa mumi seekor cheetah. (Kredit: Ahmed Boug/Communications Earth and Environment/AP).
Sisa-sisa mumi seekor cheetah. (Kredit: Ahmed Boug/Communications Earth and Environment/AP).

Kondisi gua yang sangat kering dengan suhu yang stabil diyakini menjadi faktor utama yang memungkinkan terjadinya proses mummifikasi alami, menurut studi yang dirilis dalam jurnal Communications Earth and Environment.

Baca Juga: 
Beruntungnya Rizki Juniansyah, Naik Pangkat dari Letda ke Kapten dalam 42 Hari dan Pindah ke TNI AD

Peneliti berspekulasi bahwa gua tersebut kemungkinan besar merupakan situs sarang tempat para induk macan tutul melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka di masa lalu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/