Overview:
JAKARTA – Pemerintah menargetkan seluruh korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sudah keluar dari tenda pengungsian sebelum bulan suci Ramadhan tiba.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian menjadi prioritas utama agar warga bisa beribadah dengan layak.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/1/2026), Dody menyatakan keberatan jika para pengungsi masih harus bertahan di tenda saat bulan puasa.
“Sudah mau bulan Ramadhan, nggak mungkin rekan-rekan kita masih di pengungsian. Saya benar-benar dorong rumah hunian harus secepat-cepatnya diselesaikan,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meminta agar bantuan uang tunai bagi warga dengan rumah rusak ringan dan sedang segera dibayarkan.
Langkah ini dinilai krusial agar warga bisa mandiri memperbaiki tempat tinggalnya dan segera meninggalkan kamp pengungsian.
Pemerintah pusat dan daerah kini bekerja ekstra keras untuk memastikan transisi dari pengungsian ke hunian tetap berjalan lancar.
Target yang dipatok sangat jelas, yaitu memastikan kenyamanan warga terdampak.
“Kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadhan itu, kalau bisa 0 di tenda pengungsian,” tegas Dody.
Selain urusan hunian, ketersediaan fasilitas penunjang ibadah juga menjadi perhatian serius.
Kementerian PU kini fokus membangun sarana air bersih di masjid dan mushola di wilayah terdampak bencana.
Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran ibadah warga selama bulan suci, terutama untuk kebutuhan wudhu.
Dody menjelaskan bahwa pemerintah membangun sumur bor dalam untuk memastikan kualitas air yang baik.
“Banyak sumur-sumur dalam kita kerjakan di mushola dan masjid karena untuk kebutuhan wudhu,” tambahnya.
Komitmen ini diambil agar aspek spiritual warga tetap terjaga meski masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Di akhir pernyataannya, Menteri PU menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat terdampak atas keterlambatan yang mungkin terjadi dalam proses pemulihan.
Namun, ia menjamin negara tidak akan membiarkan para korban berlama-lama hidup dalam keterbatasan di tenda darurat.
Seluruh kementerian terkait dipastikan bersinergi untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar sebelum masuk bulan Maret mendatang.
Upaya ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memulihkan kehidupan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam di Sumatera.