SulawesiPos.com – Di tengah puing-puing dan sisa harapan di Jalur Gaza, sebuah cetak biru perdamaian dunia kini mulai menampakkan bentuknya yang nyata.
Indonesia dan Maroko muncul sebagai aktor kunci dalam misi kemanusiaan global yang sangat krusial bagi masa depan kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru dari media Amerika Serikat, Axios (15/1/2026), kedua negara ini diproyeksikan akan menyumbangkan kontribusi terbesar dalam pengiriman pasukan militer internasional untuk menjaga stabilitas Gaza.
Mandat Internasional dan Arsitektur Perdamaian
Langkah besar ini berakar pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada pertengahan November 2025 dengan dukungan mayoritas absolut.
Dunia internasional memberikan lampu hijau bagi rencana komprehensif inisiasi Amerika Serikat setelah 13 dari 15 anggota dewan menyatakan dukungannya, sementara Rusia dan Tiongkok memilih abstain.
Rencana tersebut tidak hanya sekadar penempatan serdadu, melainkan pembentukan “Administrasi Internasional Sementara” untuk mengelola transisi di Gaza.
Struktur pemerintahan transisi ini nantinya akan didampingi oleh sebuah “Dewan Perdamaian” di bawah supervisi kepemimpinan global guna memastikan stabilitas politik.
Pasukan stabilitas ini direncanakan memiliki wewenang luas dalam menjaga keamanan melalui koordinasi ketat dengan pihak Mesir dan Israel.
Diplomasi Indonesia: Antara Stabilitas dan Kemerdekaan
Bagi Indonesia, partisipasi dalam misi ini melampaui sekadar pengiriman personel militer maupun kewajiban internasional.

