Overview
- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Fauzan, memberikan ucapan selamat dan pesan penting kepada Prof. Jamaluddin Jompa yang kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026–2030.
- Ia menekankan agar UNHAS keluar dari zona nyaman dan menjadi perguruan tinggi yang mampu melahirkan generasi luar biasa serta menerapkan kepemimpinan berbasis kewirausahaan.
SulawesiPos.com, Jakarta — Prof. Fauzan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Jamaluddin Jompa usai terpilih kembali sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk masa jabatan 2026-2030.
Namun di balik ucapan selamat tersebut, terselip tantangan besar agar UNHAS tidak hanya menjadi institusi biasa.
Dalam sambutannya yang unik diawali dengan pantun, Prof. Fauzan menyampaikan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian UNHAS ke depan.
Pertama, ia mengingatkan bahwa status UNHAS sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTBH) dengan peringkat nasional yang tinggi membawa tanggung jawab besar untuk tampil lebih dari sekadar “biasa-biasa saja.”
“Indonesia sudah terlalu banyak yang biasa-biasa saja,” katanya.
Kedua, gaya kepemimpinan yang dibutuhkan UNHAS harus mengedepankan jiwa entrepreneurship, bukan hanya fokus pada administrasi dan akademik.
Menurutnya, pola pikir administratif yang hanya mengejar target administratif kurang memadai untuk membangun reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi.
Ketiga, Prof. Fauzan menegaskan bahwa legitimasi tertinggi perguruan tinggi berasal dari masyarakat dan industri.
Jika tata kelola tidak transparan dan baik, kepercayaan tersebut tidak akan datang.
“Akreditasi sesungguhnya adalah kepercayaan masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

