Dengan semangat rekonsiliasi, Prof. JJ secara khusus menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada para pesaingnya dalam pemilihan rektor.
“Tanpa kalian, saya tidak bisa menjadi calon rektor yang baik. Saya suka banyak kritikan karena itu jadi banyak vitamin imun,” tuturnya, seraya meminta maaf atas hal-hal yang kurang berkenan selama proses pilrek berlangsung.
Menatap periode kepemimpinan berikutnya, Prof. JJ menegaskan komitmennya untuk membawa UNHAS melangkah lebih jauh.
“Mari membuka yang baru,” ajaknya. Ia menargetkan UNHAS tidak hanya menjadi yang terbaik di kawasan Indonesia Timur, tetapi juga masuk jajaran top university di tingkat nasional.
Menutup pernyataannya, Prof. Jamaluddin kembali menekankan pentingnya kebersamaan sebagai kunci kemajuan.
“UNHAS adalah rumah kita bersama. Saya mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama mengawal perjalanan UNHAS ke tahap yang lebih maju,” pungkasnya. (*)

