27 C
Makassar
18 January 2026, 17:38 PM WITA

Terpilih Kembali Jadi Rektor UNHAS 2026–2030, Prof Jamaluddin Jompa Tegaskan Kebersamaan dan Rekonsiliasi

Overview

  • Prof. Jamaluddin Jompa kembali dipercaya memimpin Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk periode 2026–2030 setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan rektor.
  • Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika serta menekankan pentingnya kebersamaan dan rekonsiliasi untuk membawa UNHAS menjadi universitas papan atas nasional.

SulawesiPos.com,Jakarta — Prof. Jamaluddin Jompa kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk periode kedua 2026–2030.

Usai penetapan hasil pemilihan rektor (pilrek), Prof. Jamaluddin—yang akrab disapa Prof. JJ—mengungkapkan rasa terharu, bangga, sekaligus apresiasi atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya.

“Terharu dan bangga. Ini tentu tidak lepas dari apa yang telah saya lakukan bersama seluruh tim sebelumnya,” ujar Prof. JJ. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan kemenangan personal, melainkan kemenangan kolektif Universitas Hasanuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. JJ kembali menggaungkan semboyan pemersatu, “Unhas-ku Bersatu, Unhas-ku Kuat”, yang menurutnya menjadi fondasi utama keberhasilan UNHAS sejauh ini.

Ia mengakui peran seluruh sivitas akademika dalam mendukung jalannya kepemimpinan sebelumnya.

Baca Juga: 
Sambut Ramadhan 1447 H, Gubernur Sulsel Imbau Perkuat Kepedulian Sosial kepada Warga Tidak Mampu

“Tidak satu pun dari kita yang tidak berkontribusi di tempatnya masing-masing. Ini semua berkat Bapak/Ibu semua,” katanya dengan penuh apresiasi.

Prof. JJ juga mengajak seluruh pihak, termasuk para kandidat rektor lain dalam kontestasi pilrek, untuk terus menjaga kebersamaan demi kemajuan institusi.

Ia menilai dinamika dan perbedaan pendapat selama proses pemilihan sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi.

“Kawal UNHAS dari capaian-capaian yang sudah ada. Tidak boleh surut dan mundur, selalu dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan justru menjadi “vitamin dan imun” yang memperkuat institusi dan kepemimpinan.

Overview

  • Prof. Jamaluddin Jompa kembali dipercaya memimpin Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk periode 2026–2030 setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan rektor.
  • Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika serta menekankan pentingnya kebersamaan dan rekonsiliasi untuk membawa UNHAS menjadi universitas papan atas nasional.

SulawesiPos.com,Jakarta — Prof. Jamaluddin Jompa kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk periode kedua 2026–2030.

Usai penetapan hasil pemilihan rektor (pilrek), Prof. Jamaluddin—yang akrab disapa Prof. JJ—mengungkapkan rasa terharu, bangga, sekaligus apresiasi atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya.

“Terharu dan bangga. Ini tentu tidak lepas dari apa yang telah saya lakukan bersama seluruh tim sebelumnya,” ujar Prof. JJ. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan kemenangan personal, melainkan kemenangan kolektif Universitas Hasanuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. JJ kembali menggaungkan semboyan pemersatu, “Unhas-ku Bersatu, Unhas-ku Kuat”, yang menurutnya menjadi fondasi utama keberhasilan UNHAS sejauh ini.

Ia mengakui peran seluruh sivitas akademika dalam mendukung jalannya kepemimpinan sebelumnya.

Baca Juga: 
Mahfud MD Sebut KPK Harus Adil Soal Kasus Mantan Menag Gus Yaqut

“Tidak satu pun dari kita yang tidak berkontribusi di tempatnya masing-masing. Ini semua berkat Bapak/Ibu semua,” katanya dengan penuh apresiasi.

Prof. JJ juga mengajak seluruh pihak, termasuk para kandidat rektor lain dalam kontestasi pilrek, untuk terus menjaga kebersamaan demi kemajuan institusi.

Ia menilai dinamika dan perbedaan pendapat selama proses pemilihan sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi.

“Kawal UNHAS dari capaian-capaian yang sudah ada. Tidak boleh surut dan mundur, selalu dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan justru menjadi “vitamin dan imun” yang memperkuat institusi dan kepemimpinan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/