Bima mengungkapkan, pengerjaan juga memperhatikan rekayasa lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Untuk wilayah Hertasning hingga Jalan Tun Abdul Razak (Kabupaten Gowa), penanganan dilakukan dengan menutup separuh badan jalan terlebih dahulu.
“Setelah satu sisi selesai, baru dilanjutkan ke sisi berikutnya.
Untuk ruas Hertasning, pengerjaan dimulai Desember dan diproyeksikan rampung pada bulan Juni atau pertengahan Juli ini,” ungkapnya.
Dukungan dan apresiasi datang dari warga sekitar.
Nurul Quraini, salah seorang warga Jalan Hertasning, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemprov Sulsel terhadap perbaikan infrastruktur di wilayahnya.
“terima kasih banyak untuk Pak Gubernur karena ada perbaikan jalan khususnya di daerah hertasning apalagi untuk warga di sekitar sini,” tuturnya.

Diketahui, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Penanganan Preservasi Jalan Paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) yang dimulai dari Jalan Hertasning dengan nilai anggaran sekitar Rp430 miliar.
Program tersebut mencakup penanganan 13 ruas jalan yang tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan total panjang penanganan mencapai 300,24 kilometer.

