Overview
SulawesiPos.com – Gugatan perdata terhadap penyanyi Denada Tambunan tidak hanya menyorot aspek hukum, tetapi juga membuka kisah hidup seorang pemuda Banyuwangi yang mengaku sebagai anak kandung sang artis dan menyebut hidupnya dipenuhi keterbatasan sejak kecil.
Pemuda berinisial Ressa Rizky Rosano (24) menggugat Denada secara perdata di Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan tuntutan ganti rugi Rp7 miliar, atas dugaan penelantaran anak yang disebutnya terjadi sejak ia lahir pada 2002.
Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, mengungkapkan kliennya tidak tumbuh bersama orang tua kandung, melainkan dibesarkan oleh keluarga kerabat di Banyuwangi setelah dipisahkan sejak bayi.
Menurut Firdaus, Ressa diduga dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi untuk dititipkan kepada keluarga neneknya, mendiang Emilia Contessa, agar tidak mengganggu karier Denada yang saat itu tengah menanjak.
Sejak kecil hingga remaja, kebutuhan hidup Ressa dipenuhi oleh neneknya, sementara peran orang tua kandung disebut tidak pernah ia rasakan secara langsung.
Kondisi ekonomi keluarga berubah setelah Emilia Contessa meninggal dunia. Ressa yang sempat mengenyam pendidikan tinggi, akhirnya harus menghentikan kuliahnya karena keterbatasan biaya.
Saat ini, Ressa bekerja sebagai penjaga Warung Madura yang buka selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Itu berdasarkan penghitungan akumulasi biaya sejak Ressa kecil hingga usia remaja. Mulai biaya pendidikan dari SD sampai SMA, uang saku, biaya hidup, dan lain-lain,” ujar Firdaus menjelaskan dasar tuntutan ganti rugi Rp7 miliar.
Dalam gugatan tersebut, Ressa menyatakan tidak pernah menerima nafkah maupun pengakuan hak sebagai anak selama 24 tahun hidupnya.
Ia juga menyebut bahwa statusnya sebagai anak Denada sebenarnya sudah diketahui di lingkungan keluarga besar.
Namun, ketika Ressa mencoba meminta kejelasan hubungan darah, ia mengaku mendapat penolakan tegas dari Denada.
Tak hanya soal pengakuan, gugatan juga mencantumkan dugaan upaya menghilangkan hak-hak anak yang dinilai merugikan masa depan Ressa secara materiil maupun psikologis.