Saat ini, Ressa bekerja sebagai penjaga Warung Madura yang buka selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Itu berdasarkan penghitungan akumulasi biaya sejak Ressa kecil hingga usia remaja. Mulai biaya pendidikan dari SD sampai SMA, uang saku, biaya hidup, dan lain-lain,” ujar Firdaus menjelaskan dasar tuntutan ganti rugi Rp7 miliar.
Klaim Tak Pernah Dinafkahi
Dalam gugatan tersebut, Ressa menyatakan tidak pernah menerima nafkah maupun pengakuan hak sebagai anak selama 24 tahun hidupnya.
Ia juga menyebut bahwa statusnya sebagai anak Denada sebenarnya sudah diketahui di lingkungan keluarga besar.
Namun, ketika Ressa mencoba meminta kejelasan hubungan darah, ia mengaku mendapat penolakan tegas dari Denada.
Tak hanya soal pengakuan, gugatan juga mencantumkan dugaan upaya menghilangkan hak-hak anak yang dinilai merugikan masa depan Ressa secara materiil maupun psikologis.

