Terkait aspek keselamatan, Hadyan memastikan bahwa manajemen lalu lintas menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung.
Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah disiagakan di setiap titik pekerjaan.
“Setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan. Selain dari kami, ada juga pengawas dari konsultan yang memastikan ketertiban di lapangan,” ujarnya.
Selama pekerjaan, sistem buka tutup jalur diterapkan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Seiring progres pekerjaan, manfaat perbaikan jalan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Hasni M, warga Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, mengungkapkan kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya penuh lubang dan kalau musim hujan jadi kubangan air. Transportasi kurang lancar karena jalan rusak,” ujarnya.
Kini, menurut Hasni, kondisi jalan mulai membaik dan berdampak langsung pada aktivitas harian warga.
“Sekarang sudah mulai lancar, waktu tempuh perjalanan jadi lebih cepat karena ada peningkatan jalan. Aktivitas masyarakat mulai lancar, mau ke pasar dan berangkat kerja juga lancar,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Burhan Cora yang rumahnya juga menjadi lokasi berjualan makanan berada di tepi ruas jalan tersebut.
Ia menyebutkan sebagian jalan telah diaspal.
“Di depan rumah saya sekarang sudah diaspal separuh tadi malam (11/1). Kalau dulu itu banyak sekali debunya. Sekarang kita lihat aktivitas masyarakat lebih lancar, kendaraan juga lancar,” ujarnya.
Melalui program preservasi jalan ini, Gubernur – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat akses ekonomi, serta menghadirkan infrastruktur jalan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.(*)

