27 C
Makassar
18 January 2026, 18:31 PM WITA

NU Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026, Sesuai Sidang Isbat

Overview

  • Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026 berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama.
  • Penetapan ini selaras dengan pengamatan hilal dan memastikan keseragaman ibadah umat Islam di Indonesia.
  • Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026, menyesuaikan hasil rukyah hilal.

SulawesiPos.com, Jakarta — Nahdlatul Ulama (NU) memastikan awal Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penetapan ini mengikuti hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, selaras dengan observasi rukyatul hilal di sejumlah titik di Indonesia.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bidang dakwah, Dr. H. Muhammad Ali, menyatakan bahwa NU selalu mengikuti keputusan resmi pemerintah, termasuk hasil sidang isbat, untuk menentukan awal bulan Ramadan.

“Penetapan ini menegaskan komitmen NU terhadap keseragaman ibadah umat Islam di tanah air,” ujarnya.

Dengan dimulainya Ramadan pada 19 Februari 2026, umat Islam di Indonesia akan menjalankan puasa selama 30 hari, dengan perkiraan Idul Fitri 1447 H pada 20 atau 21 Maret 2026, menyesuaikan hasil rukyah hilal akhir bulan Syaban.

Baca Juga: 
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwal Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

NU mengimbau seluruh warga nahdliyin untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan, termasuk meningkatkan ibadah, sedekah, dan silaturahmi.

Selain itu, masyarakat diminta tetap memantau pengumuman resmi pemerintah untuk kepastian tanggal awal puasa dan Idul Fitri.

Penetapan ini juga diharapkan mempermudah koordinasi kegiatan keagamaan di pesantren, masjid, dan organisasi sosial keagamaan yang berada di bawah naungan NU di seluruh Indonesia.

Overview

  • Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026 berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama.
  • Penetapan ini selaras dengan pengamatan hilal dan memastikan keseragaman ibadah umat Islam di Indonesia.
  • Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026, menyesuaikan hasil rukyah hilal.

SulawesiPos.com, Jakarta — Nahdlatul Ulama (NU) memastikan awal Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penetapan ini mengikuti hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, selaras dengan observasi rukyatul hilal di sejumlah titik di Indonesia.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bidang dakwah, Dr. H. Muhammad Ali, menyatakan bahwa NU selalu mengikuti keputusan resmi pemerintah, termasuk hasil sidang isbat, untuk menentukan awal bulan Ramadan.

“Penetapan ini menegaskan komitmen NU terhadap keseragaman ibadah umat Islam di tanah air,” ujarnya.

Dengan dimulainya Ramadan pada 19 Februari 2026, umat Islam di Indonesia akan menjalankan puasa selama 30 hari, dengan perkiraan Idul Fitri 1447 H pada 20 atau 21 Maret 2026, menyesuaikan hasil rukyah hilal akhir bulan Syaban.

Baca Juga: 
Peran Eks Menteri Agama Disorot Usai Ditetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji

NU mengimbau seluruh warga nahdliyin untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan, termasuk meningkatkan ibadah, sedekah, dan silaturahmi.

Selain itu, masyarakat diminta tetap memantau pengumuman resmi pemerintah untuk kepastian tanggal awal puasa dan Idul Fitri.

Penetapan ini juga diharapkan mempermudah koordinasi kegiatan keagamaan di pesantren, masjid, dan organisasi sosial keagamaan yang berada di bawah naungan NU di seluruh Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/